Mahyeldi Ungkap Sejumlah Langkah Penanganan Korban Bencana Sumbar

oleh -561 Dilihat

Bukittinggi – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi bergerak cepat dalam menangani dampak bencana alam yang melanda sejumlah daerah di Sumbar.

Kesehatan, perumahan, dan infrastruktur menjadi fokus utama dalam langkah-langkah strategis yang dicanangkannya.

Prioritaskan Kesehatan Korban Bencana

Kesehatan masyarakat menjadi perhatian utama Mahyeldi. Ia menginstruksikan Dinas Kesehatan untuk memberikan pelayanan kesehatan menyeluruh, termasuk trauma healing, kepada para korban bencana.

“Kita ingin meminimalisir dampak kesehatan dan mengantisipasi penyakit yang mungkin muncul,” ujarnya saat meninjau penanganan bencana di Bukittinggi, Selasa (14/5/2024) malam.

Siapkan Perumahan bagi Korban Terdampak

Mahyeldi juga berkoordinasi dengan Kanwil Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk membantu menyediakan hunian bagi masyarakat yang terdampak bencana.

“Termasuk untuk perumahan, BPN siap membantu pengadaan tanah jika diperlukan relokasi,” ungkapnya.

Rehabilitasi Infrastruktur yang Rusak

Langkah selanjutnya adalah rehabilitasi infrastruktur yang rusak akibat longsor dan banjir. Jembatan yang ambruk, tebing yang longsor, dan jalan yang terputus akan segera diperbaiki.

“Kita juga akan memasang jembatan bili di beberapa titik daerah terdampak,” jelas Mahyeldi.

Membuka Akses Jalan yang Putus

Akses jalan yang terputus, seperti di kawasan Lembah Anai, menjadi fokus utama. Balai Jalan, Balai Sungai, Dinas BMCKTR, Dinas PSDA, dan pihak terkait lainnya bersinergi untuk memperbaikinya.

Fasilitasi Pengungsi dan Kebutuhan Logistik

Pemerintah daerah telah memfasilitasi pengungsian bagi masyarakat yang terdampak. Dapur umum pun didirikan dengan bantuan dari berbagai pihak untuk memenuhi kebutuhan makanan para pengungsi.

Langkah Lanjutan untuk Memulihkan Sumbar

Mahyeldi menegaskan bahwa langkah-langkah tersebut akan terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pasca bencana.

Hingga Selasa malam, jumlah korban meninggal dunia mencapai 58 orang dan ribuan orang mengungsi.