Mahyeldi Siagakan Sumbar Hadapi Karhutla 2026

oleh -29 Dilihat
gubernur-mahyeldi:-sumbar-siaga-hadapi-karhutla-2026,-fokus-utama-pencegahan
Gubernur Mahyeldi: Sumbar Siaga Hadapi Karhutla 2026, Fokus Utama Pencegahan

Agam – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah memimpin Apel Siaga Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tingkat provinsi di Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Kamis (21/05/2026). Kegiatan ini menjadi penanda kesiapsiagaan pemerintah daerah bersama berbagai unsur dalam menghadapi potensi meningkatnya ancaman karhutla pada musim kemarau tahun ini.

Apel siaga tersebut melibatkan 12 UPTD dari 11 kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Kehadiran mereka menunjukkan penguatan koordinasi lintas daerah untuk mengantisipasi risiko kebakaran hutan dan lahan yang diperkirakan meningkat.

Dalam arahannya, Mahyeldi menegaskan karhutla merupakan ancaman serius karena berdampak luas, mulai dari kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan masyarakat, terganggunya perekonomian, hingga menurunnya citra daerah. Ia menyebut faktor manusia masih menjadi penyebab utama, seperti pembukaan lahan dengan cara membakar, kelalaian masyarakat, penebangan liar, perladangan berpindah, serta unsur kesengajaan akibat konflik lahan.

“Penanganan karhutla tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan sinergi, koordinasi, dan komitmen kuat dari seluruh pihak agar ancaman kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah sejak dini,” kata Gubernur.

Ia juga mengingatkan pengalaman tahun 2025, ketika Sumatera Barat mencatat lebih dari 110 kejadian karhutla dengan luas area terdampak lebih dari 1.450 hektare. Sejumlah daerah, seperti Kabupaten Lima Puluh Kota, Kabupaten Solok, dan Kabupaten Agam, bahkan sempat menetapkan status tanggap darurat akibat meningkatnya titik panas dan kejadian kebakaran.

Mahyeldi kemudian menyoroti prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut musim kemarau 2026 datang lebih awal dan berlangsung lebih panjang. Kondisi itu, ditambah indikasi peralihan menuju El Nino, dinilai bisa meningkatkan risiko karhutla pada periode Juni hingga September 2026.

Mengacu pada arahan pemerintah pusat dalam Apel Siaga Nasional di Palembang, ia menekankan bahwa penanganan karhutla harus dilakukan secara terpadu, cepat, dan tidak menunggu api meluas. Pencegahan, katanya, harus menjadi prioritas melalui deteksi dini titik panas, patroli terpadu, dan edukasi masyarakat yang dilakukan secara berkelanjutan.

Mahyeldi juga meminta pemerintah daerah, TNI, Polri, dunia usaha, dan masyarakat bergerak dalam satu komando menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan. Ia menekankan agar seluruh personel, peralatan, sarana prasarana, dan logistik selalu berada dalam kondisi siap digunakan.

“Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama seluruh pemangku kepentingan harus siap siaga baik dari sisi personel, peralatan maupun langkah strategis di lapangan. Upaya pencegahan harus menjadi prioritas utama tanpa mengesampingkan kesiapan penanggulangan apabila terjadi kebakaran,” tegasnya.

Selain itu, Gubernur mengajak Ninik Mamak, Cadiak Pandai, Alim Ulama, Bundo Kanduang, Lembaga Masyarakat Pengelola Perhutanan Sosial, dan Masyarakat Peduli Api ikut aktif menjaga lingkungan serta tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan.

“Kita semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga kelestarian hutan dan lingkungan demi keberlanjutan generasi mendatang. Kita tentu berharap kejadian karhutla tahun 2025 tidak terulang kembali di tahun 2026,” ucapnya.

Setelah apel siaga, Mahyeldi menanam pohon manggis sebagai simbol komitmen pelestarian hutan dan lingkungan. Ia juga meletakkan batu pertama pembangunan Monumen Nagari Peduli Hutan di Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam.