Mahyeldi Dorong SDM Adaptif dan Berbudaya di ICOF 2026

oleh -29 Dilihat
gubernur-mahyeldi-dorong-penguatan-sdm-adaptif-dan-berbudaya-pada-icof-2026-universitas-fort-de-kock
Gubernur Mahyeldi Dorong Penguatan SDM Adaptif dan Berbudaya pada ICOF 2026 Universitas Fort De Kock

Bukittinggi – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menghadiri Seminar Internasional The 2nd International Conference of Fort De Kock University (ICOF 2026) yang mengangkat tema “The Effect of Global Change Across Multiple Sectors to Increase Quality of Human Resources” di Universitas Fort De Kock, Jumat (22/05/2026).

Kehadiran konferensi internasional itu disebut Mahyeldi sebagai momentum penting untuk memperkuat kolaborasi lintas negara dalam menjawab perubahan global, terutama dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia yang adaptif dan kompetitif.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kami mengucapkan selamat datang kepada para narasumber dan peserta seminar internasional di Kota Bukittinggi, kota wisata di Ranah Minang yang kaya akan budaya, tradisi intelektual, dan nilai kebersamaan,” ujar Mahyeldi.

Ia menegaskan, Pemprov Sumbar berkomitmen meningkatkan kualitas SDM melalui penguatan sektor kesehatan, pendidikan, keterampilan, dan daya saing masyarakat, sebagaimana tertuang dalam visi “Sumatera Barat Madani yang Maju dan Berkeadilan”.

Menurut Mahyeldi, berbagai tantangan global seperti revolusi industri 4.0, perubahan iklim, ekonomi digital, hingga krisis pangan perlu dihadapi dengan kesiapan daerah dalam membangun SDM unggul yang tetap berpijak pada nilai budaya dan agama.

Ia menjelaskan, falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) menjadi fondasi penting dalam pembangunan manusia di Sumatera Barat. Nilai ini, kata dia, bukan hanya menjadi kekuatan moral, tetapi juga identitas masyarakat Minangkabau di tengah derasnya arus globalisasi.

“Strategi peningkatan sumber daya manusia harus berorientasi pada dua kata kunci yakni adaptif dan berbudaya. Adaptif terhadap perkembangan teknologi dan perubahan global, namun tetap menjaga identitas budaya Minangkabau sebagai kekuatan dan pembeda di tingkat global,” katanya.

Mahyeldi juga mengatakan capaian pembangunan manusia di Sumatera Barat terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data BPS tahun 2025, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumbar mencapai 77,27 atau naik 0,84 poin dibandingkan tahun sebelumnya dan menempatkan Sumbar di peringkat keenam nasional.

ICOF 2026 menghadirkan akademisi dan pakar dari berbagai negara, antara lain Malaysia, Bangladesh, Pakistan, Australia, Arab Saudi, serta akademisi nasional dari sejumlah perguruan tinggi ternama di Indonesia.

Kegiatan itu turut dihadiri Ketua Pembina Yayasan Universitas Fort De Kock Bukittinggi Drs. H. Zainal Abidin, MM, Ketua Yayasan Universitas Fort De Kock Bukittinggi H. Windasnofil, SKM, MM, Rektor Universitas Fort De Kock Prof. Dr. Hj. Evi Hasnita, SPd. Ns. M.Kes, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat dr. Aklima, MPH, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi Ramli Andrian, SKM, MKM, CEO Putra Specialist Hospital Melaka beserta jajaran, serta para rektor perguruan tinggi mitra dan peserta seminar internasional.