Lubuk Sikaping – Bahaya laten narkoba kini menjadi fokus utama edukasi bagi siswa SMK Kesehatan di Kabupaten Pasaman guna mencegah keterlibatan generasi muda dalam penyalahgunaan zat terlarang. Langkah preventif ini dilakukan melalui sosialisasi intensif yang digelar Lembaga Anti Narkotika (LAN) Pasaman pada Selasa (14/7/2026).
Dalam pemaparannya, dr. Rahadian Suryanta dari Pemerintah Kabupaten Pasaman mengupas tuntas dampak destruktif narkotika, baik dari sisi kesehatan fisik maupun perubahan perilaku sosial. Ia merinci bagaimana zat seperti sabu-sabu, heroin, hingga lem dapat memicu perubahan drastis pada pengguna, mulai dari kondisi fisik yang merosot hingga hilangnya kepedulian terhadap keluarga.
“Efek negatif narkotika sangat merusak, seperti mata merah cekung, rasa kantuk berlebih, sikap pemalas, hingga hilangnya rasa malu. Dampak sosialnya bahkan bisa memicu perilaku kriminal seperti mencuri karena hilangnya kepedulian terhadap keluarga,” jelas dr. Rahadian.
Senada dengan hal tersebut, Ketua LAN Pasaman, Risdel Kamar, menekankan bahwa kunci utama menghindari jeratan narkoba adalah keberanian siswa untuk bersikap tegas menolak ajakan negatif. Ia mendorong para pelajar agar lebih produktif dengan mengalihkan energi mereka pada kegiatan yang bermanfaat.
“Kami mengajak siswa SMK Kesehatan mengantisipasi hal yang berbau narkoba. Isi waktu mereka dengan kegiatan bernilai positif, seperti olahraga, gemar membaca, dan membantu orang tua di rumah,” tegas Risdel.
Kepala SMK Kesehatan, Ns. Murniati S. Kep., MM., menyambut positif kehadiran tim edukasi tersebut. Ia mengapresiasi upaya LAN Pasaman dalam membekali 15 siswanya dengan pengetahuan krusial mengenai bahaya narkoba.
Sebagai informasi, SMK Kesehatan yang dulunya dikenal sebagai SMK Kosgoro ini merupakan institusi pendidikan yang relatif baru. Sekolah tersebut kini memasuki tahun kedua operasionalnya dalam mendidik para siswa di wilayah tersebut.






