KONI Pusat dan UNP Kolaborasi, Kuliah Umum Keolahragaan Soroti Peran Strategis Kampus dalam Prestasi Nasional

oleh -192 Dilihat
koni-pusat-dan-unp-kolaborasi,-kuliah-umum-keolahragaan-soroti-peran-strategis-kampus-dalam-prestasi-nasional
KONI Pusat dan UNP Kolaborasi, Kuliah Umum Keolahragaan Soroti Peran Strategis Kampus dalam Prestasi Nasional

Padang – Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar Kuliah Umum Keolahragaan 2025, Rabu (5/11), yang berfokus pada peningkatan prestasi olahraga Indonesia melalui optimalisasi peran perguruan tinggi. Acara yang berlangsung di Auditorium UNP ini menghadirkan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman, sebagai pembicara utama.

Rektor UNP, Krismadinata, membuka acara tersebut dengan menyoroti pentingnya olahraga dalam pembentukan karakter bangsa dan kontribusinya terhadap perekonomian. “Olahraga ini penting untuk bangsa, karena olahraga membentuk karakter bangsa, dengan olahraga tidak hanya fisik, tetapi juga membangun jiwa,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa perguruan tinggi memiliki peran krusial dalam memaksimalkan manfaat olahraga bagi bangsa, prestasi, dan kebanggaan.

Krismadinata juga menyinggung potensi olahraga sebagai penggerak ekonomi. “Pada zaman sekarang ini, Olahraga juga menjadi penggerak perekonomian, di situlah peran perguruan tinggi dibutuhkan dalam membangun ekonomi khususnya dalam bidang olahraga,” katanya.

Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) UNP, Nurul Ihsan, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi antara birokrasi, praktisi, dan akademisi dalam pembangunan olahraga. “Kegiatan ini sengaja kita lakukan karena kita memandang penting bahwa olahraga tidak terlepas dari tiga pilar pembangun: Birokrasi, Praktisi, dan Akademisi,” jelasnya. Ia menegaskan peran FIK UNP dalam memajukan olahraga Indonesia.

Nurul Ihsan berharap materi yang disampaikan dapat menjadi panduan bagi komunitas akademik dan praktisi dalam mengembangkan sport science dan memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan olahraga di Indonesia.

Sementara itu, Marciano Norman menyoroti kurangnya pemanfaatan potensi perguruan tinggi oleh insan olahraga. “Saya melihat bahwa peran perguruan tinggi belum maksimal dimanfaatkan oleh insan olahraga,” ungkapnya. Ia meyakini bahwa pendampingan berbasis sport science dari perguruan tinggi dapat meningkatkan prestasi atlet secara signifikan. “Masih banyak atlet yang berprestasi karena bakatnya, tetapi jika perguruan tinggi ikut mendampingi dalam pembinaannya, inshaAllah hasilnya akan jauh lebih baik,” pungkasnya.