Ketua DPRD Sumbar Ajak Pelaku UMKM Bangun Usaha Berbasis Nilai Religius dan Kolaborasi

oleh -159 Dilihat
ketua-dprd-sumbar-ajak-pelaku-umkm-bangun-usaha-berbasis-nilai-religius-dan-kolaborasi
Ketua DPRD Sumbar Ajak Pelaku UMKM Bangun Usaha Berbasis Nilai Religius dan Kolaborasi

Padang – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengintegrasikan nilai-nilai religius dalam operasional bisnis mereka. Ajakan ini disampaikan dalam upaya memperkuat fondasi mental dan spiritual para pengusaha.

Hal tersebut diungkapkan oleh Muhidi saat menjadi pembicara dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Pluzi Academy Angkatan IV yang diselenggarakan di Aula PLUT KUMKM Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar, Selasa (15/7/2025).

“Libatkan Allah dalam membangun usaha. Jaga shalat tepat waktu, bangun di sepertiga malam, dan tanamkan mindset positif sejak dini. Ini pondasi mental pengusaha yang kuat,” ujarnya.

Selain itu, Muhidi juga menyoroti pentingnya pengembangan pola pikir pengusaha yang visioner dan berorientasi sosial. Ia berpendapat bahwa lingkungan yang inspiratif memiliki peran krusial dalam membentuk kesuksesan seseorang. “Bergaullah dengan orang hebat, maka cara berpikir kita ikut tumbuh. Dan jangan lupa, Allah akan menolong mereka yang suka menolong sesama,” imbuhnya.

Sebagai wujud komitmen terhadap pengembangan UMKM di Sumatera Barat, Muhidi menegaskan bahwa DPRD memiliki peran strategis dalam legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Ia menambahkan bahwa anggota DPRD juga memiliki alokasi Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pemberdayaan UMKM. “UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah. Maka pelaku usahanya harus diperkuat dari segi kapasitas hingga kemudahan pembiayaan,” jelasnya.

Dalam forum diskusi, sejumlah pelaku UMKM menyampaikan tantangan yang mereka hadapi, termasuk tingginya biaya bahan baku yang sebagian besar didatangkan dari Pulau Jawa. Kondisi ini berdampak pada peningkatan ongkos produksi, terutama karena minimnya industri pengolahan bahan baku di Sumatera Barat.

Rahmat Hidayat, seorang pelaku industri kreatif, menuturkan bahwa bahan-bahan seperti styrofoam dan kemasan khusus lebih terjangkau dan mudah diperoleh di Pulau Jawa. “Karena pasar dan pabrik terkonsentrasi di sana, kita yang di daerah jadi kena biaya logistik tinggi,” ungkapnya.

Menanggapi permasalahan tersebut, Muhidi mengajak pelaku UMKM untuk mempererat silaturahmi dan kolaborasi, termasuk dengan calon investor. Ia juga menekankan pentingnya inovasi dalam model bisnis dan berbagi sumber daya, seperti bahan baku dan akses pasar. “UMKM harus mulai membangun usaha berbasis kebersamaan. Cos produksi bisa ditekan jika kita kolaborasi, baik dalam transportasi bahan baku maupun dalam hal pemasaran,” pungkasnya.

Pluzi Academy Angkatan IV ini diikuti oleh ratusan peserta dan berlangsung selama empat hari. Program ini terdiri dari dua tingkatan, yaitu pelatihan dasar dan lanjutan. Tingkatan lanjutan difokuskan pada pemetaan potensi usaha masing-masing peserta, dengan tujuan agar pembinaan dapat dilakukan secara lebih spesifik dan tepat sasaran.