Pulau Punjung – Kabupaten Dharmasraya mencatat tonggak sejarah dengan peluncuran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Nagari Sungai Duo, yang bertepatan dengan peresmian 80 ribu koperasi serupa di seluruh Indonesia oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, secara daring. Acara yang berlangsung pada Senin (21/7/2025), menempatkan Dharmasraya sebagai sorotan utama, dengan KDMP Nagari Sungai Duo ditetapkan sebagai model nasional dan satu-satunya koperasi percontohan dari Sumatera Barat.
Acara peluncuran tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Bupati Annisa Suci Ramadhani, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, Wakil Bupati Leli Arni, Pimpinan DPRD Sujito, serta ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN), perwakilan Forkopimda, sektor swasta, wali nagari se-Dharmasraya, dan undangan lainnya.
Dalam sambutannya secara daring, Prabowo menyampaikan bahwa telah terbentuk 81.140 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia, dengan 80.048 unit di antaranya telah berbadan hukum. Pemerintah juga telah menyiapkan 103 Koperasi Desa/Kelurahan percontohan sebagai acuan operasional bagi koperasi lainnya. “Koperasi ini merupakan salah satu upaya untuk mendekatkan aliran distribusi bahan-bahan yang dibutuhkan dan penting bagi rakyat, seperti kebutuhan pertanian, obat-obatan dan kebutuhan penting lainnya,” ujarnya. Ia pun berharap agar Kopdes dapat mereplikasi ekosistem yang telah dibentuk untuk memperlancar operasionalisasi di masa mendatang.
Gubernur Mahyeldi dan Bupati Annisa Suci Ramadhani menekankan bahwa Kopdes Merah Putih bukan hanya sekadar program pusat, melainkan juga merupakan jalan menuju kedaulatan ekonomi nagari. “KDMP bukan hanya program pusat, tapi kebutuhan rakyat,” kata Annisa. Ia menambahkan bahwa seluruh 52 nagari di Dharmasraya telah memiliki koperasi berbadan hukum, dan KDMP Sungai Duo bahkan telah bergerak dengan 8 unit usaha, mulai dari pupuk, gas, sembako, hingga farmasi.
Mahyeldi juga menyoroti bahwa Sumatera Barat merupakan provinsi tercepat keempat dalam merealisasikan koperasi Merah Putih, dengan 1.245 dari 1.265 nagari dan kelurahan telah memiliki koperasi berbadan hukum. “Koperasi ini harus sukses di Sumatera Barat,” tegasnya. “Karena Sumbar adalah tanah kelahiran Bung Hatta – Bapak Koperasi Indonesia. Kita tidak boleh gagal. KDMP harus menjelma jadi kekuatan ekonomi rakyat.”
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan melaporkan bahwa target pembentukan koperasi secara nasional telah terlampaui. Presiden Prabowo menyebut KDMP sebagai ujung tombak pemerataan ekonomi, tempat rakyat dapat memperoleh akses harga yang murah dan adil.
Walinagari Sungai Duo, Ali Amran, menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di nagari tersebut. “Semoga ini awal yang baik bagi kami dan seluruh Kopdes, khususnya di Kabupaten Dharmasraya untuk menata perekonomian masyarakat ke depan,” ungkapnya.
Ali Amran menambahkan bahwa Kopdes Merah Putih bukan sekadar koperasi biasa, melainkan sebagai pusat layanan ekonomi rakyat. Koperasi Merah Putih Sungai Duo dirancang sebagai badan usaha yang memiliki Gerai Pupuk Obat Pertanian, Gerai Sembako dan Gas Elpiji, Gerai Pos Indo dan Mandiri Agen, Gerai Apotek Desa, Simpan Pinjam, dan gerai lainnya sesuai dengan petunjuk teknis Kopdes. “Dengan dukungan kita semua, insya allah Kopdes Merah Putih Nagari Sungai Duo akan berjalan sesuai harapan,” pungkasnya.






