Evi Yandri Serap Aspirasi Pascabencana di Pauh Saat Reses

oleh -141 Dilihat
reses-dprd-sumbar,-evi-yandri-tampung-aspirasi-masyarakat-pauh,-mayoritas-terkait-pascabencana
Reses DPRD Sumbar, Evi Yandri Tampung Aspirasi Masyarakat Pauh, Mayoritas Terkait Pascabencana

Padang – Warga terdampak banjir bandang di Pauh, Kota Padang, menyampaikan sejumlah aspirasi terkait kebutuhan mendesak pascabencana, mulai dari perbaikan infrastruktur hingga bantuan hunian tetap (huntap). Aspirasi ini disampaikan saat reses Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman, Jumat (6/2), di Huntara mandiri Kepalo Koto, Pauh.

Lebih dari 200 warga hadir dalam pertemuan tersebut, menyampaikan keluhan dan harapan agar kehidupan mereka segera kembali normal.

Salah satu kebutuhan mendesak yang disuarakan warga adalah perbaikan jembatan yang putus akibat banjir.

“Anak-anak pergi ke sekolah terpaksa jalan menyeberangi batang sungai. Dulu ada jembatan, tapi sudah hilang terbawa banjir bandang,” ujar seorang warga Batu Busuk, berharap adanya jembatan darurat sebagai solusi sementara.

Evi Yandri merespons cepat keluhan tersebut, menjanjikan pembangunan jembatan darurat secepatnya. “Akan kita usahakan secepatnya dibuat jembatan darurat dulu. Setidaknya bisa dilalui jalan kaki atau motor,” katanya.

Selain jembatan, warga juga mengeluhkan kondisi jalan yang rusak dan sawah yang terdampak banjir. Evi Yandri memastikan pembangunan jalan akan diupayakan, baik melalui dana pemerintah pusat maupun provinsi.

Terkait bantuan untuk sawah, perwakilan Dinas Pertanian yang hadir dalam reses menjelaskan bahwa data Pauh sudah masuk verifikasi bantuan dengan empat kategori: rusak ringan, sedang, berat, dan hilang.

“Bantuan untuk yang rusak ringan dan sedang sudah tersedia. Silahkan masukan proposal untuk yang belum,” ujar perwakilan dinas.

Mengenai hunian tetap (huntap), Evi Yandri meminta RT/RW dan lurah untuk melakukan pendataan dan verifikasi sebaik mungkin. Ia mengingatkan agar kejadian di Pasaman, di mana pembangunan huntap bermasalah akibat data yang tidak valid, tidak terulang di Padang.

“Pendataan ini sangat penting. Jika tidak maka bisa seperti pembangunan huntap di Pasaman yang sampai sekarang masih bermasalah,” tegasnya.

Evi Yandri juga berjanji akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan kota Padang untuk merealisasikan aspirasi masyarakat, termasuk yang bukan merupakan kewenangan pemerintah provinsi.

Selain perbaikan infrastruktur, Evi Yandri juga memberikan bantuan berupa pakan dan benih bagi petani yang kehilangan sawah dan beralih beternak bebek. Ia juga akan memberikan pelatihan memasak kue dan menjahit bagi kaum ibu untuk meningkatkan pendapatan keluarga.