DPP IKM Gerakkan Bantuan, Mitigasi Banjir Bandang Sumatera Barat

oleh -224 Dilihat
dpp-ikm-angkat-pedang-kemanusiaan-untuk-korban-banjir-bandang-sumbar
DPP IKM Angkat Pedang Kemanusiaan untuk Korban Banjir Bandang Sumbar

Padang – Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minangkabau (DPP IKM) menyoroti pentingnya pembenahan tata kelola ruang dan mitigasi bencana di Sumatera Barat (Sumbar) pasca-banjir bandang. Organisasi tersebut menekankan bahwa bencana yang berulang menjadi indikasi perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem yang ada.

Sekretaris Jenderal DPP IKM, Braditi Moulevey Rajo Mudo, menyampaikan keprihatinan tersebut saat mendampingi Ketua Umum DPP IKM, Andre Rosiade, pada Kamis (27/11/2025). “Kami tidak sekadar menyatakan simpati, tetapi langsung menggerakkan jaringan organisasi untuk membantu warga terdampak,” ujarnya.

DPP IKM telah menginstruksikan seluruh jajaran pengurus, dari tingkat wilayah hingga luar negeri, untuk menggalang donasi selama satu minggu penuh. Sebagai langkah awal, ribuan nasi bungkus telah disalurkan ke berbagai posko pengungsian di Kota Padang, termasuk di Gunung Pangilun, Tabiang Banda Gadang, Kampung Lapai, Lubuk Buaya, Koto Panjang Ikua Koto (KPIK), Lubuk Minturun, dan Sungai Lareh.

Braditi Moulevey menekankan bahwa peristiwa ini harus menjadi momentum refleksi, terutama karena beberapa lokasi terdampak menunjukkan kerentanan yang sama seperti sebelumnya. Ia menyoroti penyempitan aliran sungai, bangunan di kawasan rawan, dan lemahnya pengawasan di Daerah Aliran Sungai (DAS).

“Kami apresiasi pemerintah sudah bergerak cepat dengan menetapkan status tanggap darurat dan menyalurkan bantuan awal. Namun, kami juga mengingatkan perlunya tindakan lebih tegas agar kejadian serupa tidak semakin memakan korban,” katanya.

DPP IKM juga menyoroti pentingnya penguatan mitigasi bencana secara sistematis di Sumbar, mengingat tingginya tingkat kerawanan terhadap bencana. “Bencana yang terus berulang menunjukkan bahwa tata ruang, pengawasan pembangunan, hingga edukasi kebencanaan harus dibenahi lebih serius,” ujar Braditi Moulevey. Ia menambahkan bahwa kesiapsiagaan masyarakat juga menjadi kunci, mengingat curah hujan ekstrem semakin sering terjadi akibat perubahan iklim.

Lebih lanjut, DPP IKM mendesak pemerintah untuk meningkatkan kewaspadaan dengan memperkuat sistem peringatan dini. Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) harus disebarkan secara lebih masif, cepat, dan menjangkau masyarakat hingga tingkat terbawah. “Pemerintah harus lebih aware dan memasifkan informasi peringatan dini dari BMKG. Ini penting untuk menekan dampak bencana,” tegasnya.

DPP IKM juga menyampaikan rasa duka kepada keluarga korban dan menekankan pentingnya semangat kebersamaan dalam menghadapi masa sulit ini. “Kita tidak akan pernah kuat jika kita tidak melalui ujian di kehidupan ini. Kita akan selalu bersama-sama dalam menghadapi musibah,” kata Braditi Moulevey. Ia mengajak seluruh anggota IKM untuk bergerak cepat membantu warga terdampak sesuai kemampuan masing-masing.

Braditi Moulevey menambahkan bahwa musibah ini bukan hanya seruan untuk menolong korban, tetapi juga peringatan serius bagi seluruh pemangku kepentingan agar berbenah. “Sumbar yang dijuluki ‘Supermarket Bencana’ bukan berarti harus pasrah, melainkan semakin memperkuat kesiapan menghadapi ancaman alam yang setiap saat dapat datang tanpa tanda,” pungkasnya.