Jakarta – Kabar baik datang dari Tanah Datar, Sumatera Barat. Seorang tokoh nasional, Dony Oskaria, menghibahkan lahan seluas 9,5 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat.
Lahan tersebut diperuntukkan bagi anak-anak kurang mampu di Nagari Tanjung Alam, Kabupaten Tanah Datar.
Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menyampaikan apresiasi mendalam atas hibah tanah dari Dony Oskaria.
“Terima kasih Pak Dony,” ucap Eka Putra usai bertemu Dony Oskaria di Jakarta, belum lama ini.
Hibah ini menjadi angin segar di tengah upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas pendidikan.
Sekolah Rakyat yang akan dibangun di atas lahan hibah tersebut direncanakan menampung 3.000 siswa dari jenjang SD hingga SMA.
Prioritas utama adalah anak-anak dari keluarga rentan miskin, miskin, hingga miskin ekstrem.
Dony Oskaria menegaskan, pembangunan sekolah ini adalah wujud nyata kehadiran negara untuk anak bangsa.
“Negara mesti hadir untuk anak bangsa,” tegasnya.
Sekolah Rakyat ini akan menerapkan sistem asrama dan memberikan pendidikan gratis.
Selain ruang kelas, fasilitas lain seperti rumah ibadah, klinik kesehatan, lapangan olahraga, dan akses air bersih juga akan dibangun.
Pembangunan Sekolah Rakyat di Nagari Tanjung Alam diperkirakan menelan anggaran Rp250 hingga Rp300 miliar.
Lebih dari sekadar investasi, proyek ini diharapkan membangkitkan ekonomi dan sosial masyarakat setempat.
Dony Oskaria juga berencana membangun ulang masjid, pasar, dan kantor Kerapatan Adat Nagari (KAN) sebagai pusat kehidupan masyarakat.
Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif nasional untuk memperkuat sumber daya manusia.
Hingga Januari 2026, telah diresmikan 166 sekolah, dan 104 titik baru sedang dipersiapkan untuk mencapai target 500 sekolah pada 2029.
Sekjen Kementerian Sosial, Robben Rico, menyebut hibah tanah ini sebagai yang satu-satunya di Indonesia untuk program Sekolah Rakyat.
Persetujuan pembangunan Sekolah Rakyat di Tanah Datar pun segera diberikan setelah pemaparan di Kementerian Sosial.






