Doktor Ahli Stemsel Rahyussalim Dilewakan Bergelar Adat Datuak Bagindo Nan Kuniang

oleh -103 Dilihat
doktor-ahli-stemsel-rahyussalim-dilewakan-bergelar-adat-datuak-bagindo-nan-kuniang
Doktor Ahli Stemsel Rahyussalim Dilewakan Bergelar Adat Datuak Bagindo Nan Kuniang

Padang – Dokter Rahyussalim, seorang ahli stemsel dan pengobatan tulang belakang, secara resmi dikukuhkan sebagai Datuak Bagindo Nan Kuniang dalam sebuah upacara adat yang khidmat. Prosesi pengukuhan gelar sako adat ini berlangsung di Balairuang Basa LKAAM Sumbar, Komplek Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, pada Sabtu (22/11/2025).

Gelar adat yang disandang Rahyussalim berasal dari kaum Suku Koto, Saniang Baka, Kabupaten Solok, yang memiliki hubungan kekerabatan dengan Kaum Suku Koto Balanti, Kota Padang. Gelar Datuak Bagindo Nan Kuniang merupakan hasil dari proses “baju gadang babalah duo” atau pemecahan dari gelar sako Datuak Bagindo Nan Gadang.

Arfa Kasni Dt. Tumangguang, Ketua Panitia, menjelaskan bahwa gelar ini merupakan pembagian dari gelar Datuak Bagindo Nan Gadang. “Hari ini adalah malewakan gelar sako adat Datuak Bagindo Nan Kuniang yang disandang oleh Angku Rahyussalim dari Suku Koto Belanti yang merupakan balahan dari Suku Koto Saniang Baka. Gelar ini berupa baju gadang babagi duo dari Angku Datuak Bagindo Nan Gadang yang juga hadir pada hari ini,” ujarnya.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari tingkat nasional hingga Sumatera Barat, termasuk Gubernur, Ketua LKAAM Sumbar Prof. Dr. Fauzi Bahar, M.Si Dt. Sati, Forkopimda Sumbar, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, Prof Datok Sabarul Afian Mokhtar, MD.,Ph.D dari Malaysia, Kepala OPD, ratusan Ninik Mamak dari Pengurus LKAAM Sumbar dan LKAAM Kabupaten/Kota, serta Bundo Kanduang.

Prosesi adat yang megah ini diawali dengan penyampaian kronologi pemberian gelar sako adat, yang melibatkan serangkaian musyawarah di tingkat kaum hingga mencapai mufakat. Prosesi dilanjutkan dengan pengambilan sumpah penghulu di Kaum Suku Koto, Saniang Baka, pada bulan Oktober 2025.

Ketua LKAAM Sumbar Prof. Dr. Fauzi Bahar, M.Si Dt. Sati, menyampaikan apresiasi atas kesediaan Rahyussalim menerima gelar sako adat tersebut. Ia berharap Rahyussalim dapat memberikan kontribusi positif bagi Sumatera Barat, khususnya di bidang kesehatan. “Kita apresiasi Angku Rahyussalim Datuak Bagindo Nan Kuniang yang telah mau mengemban gelar sako adat ini. Sebab tanggungjawab seorang penghulu cukup berat, selain menjaga anak kemenakan, menjaga harta pusako, menyelesaikan sengketo dan juga ikut bersama-sama menjaga kelestarian adat Minangkabau,” katanya.

Gubernur Sumbar, melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Keuangan Syaiful Bahri, SP, menyampaikan ucapan selamat kepada Rahyussalim atas pengukuhan gelar adatnya. Ia berharap Rahyussalim dapat memberikan yang terbaik bagi anak kemenakan dan nagari.

Syaiful Bahri, SP, menyampaikan pesan dari Gubernur mengenai sifat-sifat yang harus dimiliki seorang penghulu. “Penghulu harus amanah atau dipercaya, fatanah atau cerdas serta tabliq atau menyampaikan arahan dan nasehat kepada anak kemenakan dengan baik, sabar dan bijaksana,” ujarnya.

Selain dihadiri langsung oleh para tokoh, prosesi pengukuhan gelar sako Rahyussalim Dt. Bagindo Nan Kuniang juga disaksikan oleh kerabat, sahabat, dan masyarakat luas melalui siaran langsung daring.