Jakarta – Aktris Nikita Willy menjadi perbincangan hangat di media sosial usai namanya terseret dalam dugaan kasus perundungan (bullying) yang dialami Aurelie Moeremans di masa lalu.
Isu ini bermula dari buku “Broken Strings” karya Aurelie Moeremans yang menceritakan pengalaman kurang menyenangkan di awal kariernya.
Dalam buku tersebut, Aurelie mengisahkan tentang bekerja dengan seorang pemeran utama sinetron yang tidak disebutkan namanya.
Warganet kemudian berspekulasi bahwa sosok yang dimaksud Aurelie adalah Nikita Willy, sehingga kolom komentar Instagram Nikita dibanjiri komentar.
Menariknya, Nikita Willy memilih untuk tidak menanggapi komentar-komentar tersebut secara langsung.
Ia tetap aktif membagikan konten seperti biasa dan membiarkan kolom komentarnya terbuka.
Di tengah ramainya perbincangan, Nikita Willy justru mengunggah pesan reflektif tentang perannya sebagai perempuan dan ibu.
Dalam unggahannya, Nikita menyampaikan komitmen untuk saling menguatkan sesama perempuan, terutama para ibu yang menghadapi tantangan sehari-hari.
“Aku nggak akan pernah menghakimi penampilanmu. Rambut yang berantakan, baju yang kusut, atau pakaian yang sudah kamu pakai berkali-kali. Aku tahu betapa repot dan besar usahamu hanya untuk bisa keluar rumah,” tulis Nikita di akun Instagramnya, Senin (19/1/2026).
Nikita juga menyinggung isu pengasuhan anak yang sering menjadi perdebatan. Ia menegaskan tidak ingin menghakimi cara orang lain membesarkan anak.
“Aku nggak akan menghakimi caramu mengasuh anak, meski berbeda dariku. Setiap keluarga punya caranya sendiri,” ungkapnya.
Selain itu, Nikita menekankan pentingnya menghentikan kebiasaan membandingkan anak. Menurutnya, setiap anak memiliki proses tumbuh kembang yang berbeda.
“Aku nggak akan membandingkan anakmu dengan anakku, karena anak-anak kita bukan perlombaan dan mereka punya cerita masing-masing,” tambahnya.
Nikita juga menilai bahwa rasa lelah yang dirasakan para ibu adalah hal wajar dan tidak seharusnya dipandang negatif.
Di akhir pesannya, Nikita menulis kalimat yang menyentuh banyak pihak: “Kita semua hanyalah seorang ibu, yang sedang berusaha melakukan yang terbaik dengan apa yang kita punya.”






