Banjir Bandang Padang: Patriadi Bertahan, Mengungsi ke Tempat Aman

oleh -115 Dilihat
kisah-patriadi:-dari-kampung-tangah-ke-tempat-aman-setelah-banjir-bandang-menerjang
Kisah Patriadi: Dari Kampung Tangah ke Tempat Aman Setelah Banjir Bandang Menerjang

Padang – Dampak hujan deras yang melanda Sumatera Barat pada Kamis (27/11/2025) malam, memicu respons cepat dari berbagai pihak. Banjir bandang dan longsor yang terjadi di beberapa wilayah, memperburuk kondisi permukiman warga dan menyebabkan kerusakan di berbagai lokasi.

Adrian Tuswandi, meninjau langsung kondisi korban pada Jumat (28/11/2025). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kebutuhan warga di sejumlah titik terdampak. Dalam kunjungannya, ia berinteraksi dengan Patriadi, seorang warga Kota Padang yang selamat dari banjir bandang.

Dalam kesempatan tersebut, Adrian meminta Patriadi untuk menceritakan kronologi kejadian. “Assalamualaikum, saya sekarang bersama salah satu korban banjir bandang Padang, Sumatera Barat, Patriadi. Kejadiannya bagaimana?” tanya Adrian.

Patriadi menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi sekitar pukul 9 malam saat hujan lebat. “Kejadiannya sekitar jam 9 hari hujan lebat, Kamis malam,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa air mulai naik setelah bagian hulu sungai tersumbat. “Jadi pas malam itu ada airnya. Ulu akhirnya itu yang tersumbat… Jadi melebar airnya,” ungkapnya.

Patriadi menuturkan bahwa ia dan keluarganya bertahan sepanjang malam sebelum akhirnya dapat keluar dari lokasi. “Ini jam 10 malam sampai pagi saya dan keluarga bertahan. Dari pagi keluar, kesianglah, ke siang,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa ia dan keluarganya berasal dari Kampung Tangah, Kuranji, dan mengungsi ke wilayah yang lebih aman. “Keluarnya ke Kampung Tanjung, di Buo Binturun, Kuranji, Padang,” jelasnya.

Adrian menyatakan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan di lapangan untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi. Ia menekankan pentingnya koordinasi cepat dari semua pihak dalam situasi ini. Menurutnya, peliputan langsung dari berbagai pihak akan mempercepat penyaluran bantuan.

Lebih lanjut, Adrian mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan. Ia juga meminta warga untuk menjaga keselamatan diri dan keluarga serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah. “Kepada seluruh masyarakat Sumatera Barat agar tetap berhati-hati. Jaga diri, jaga keluarga, jaga bersama. Semoga lekas pulih kembali Sumatera Barat,” imbaunya.

Hingga Jumat siang, beberapa wilayah masih tergenang air. Sejumlah warga juga dilaporkan mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi. Pemerintah daerah terus berupaya memobilisasi bantuan dan alat berat untuk mempercepat penanganan darurat.