Jakarta – Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara terus berupaya meningkatkan kualitas dan kecepatan produksi berita di era digital. Dengan lebih dari 5 juta pengikut di berbagai platform media sosial, Antara beradaptasi dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dalam pengambilan keputusan.
Sebagai satu-satunya kantor berita resmi negara, Antara memiliki peran ganda, yaitu sebagai jurnalis yang ideal dan corong negara. “Menyandang LKBN tentu tidak mudah karena sesuai namanya, kerja mencari, meracik menyebarkan berita dan foto, atau video tentu ada di antara ideal jurnalis sekaligus corong negara,” ujar salah satu Dewan Pengawas LKBN Antara.
Didirikan pada tahun 1937 di Batavia (Jakarta), oleh Soemanang, Albert Manoempak Sipahoetar, Adam Malik, dan Pandoe Kartawigoena, Antara memiliki sejarah panjang dalam menyebarkan berita proklamasi kemerdekaan Indonesia ke seluruh dunia. Data, dokumen, dan foto tentang penyiar proklamasi masih tersimpan rapi di LKBN Antara.
Dengan lebih dari 500 jurnalis yang tersebar di seluruh Indonesia, Antara terus melatih talenta-talenta jurnalistiknya untuk menghadapi perang informasi antara produk pers dan netizen. “Skill jurnalis di LKBN Antara adalah kolaborasi jurnalis ideal dengan sikap sebagai crew LKBN Antara,” katanya.
Antara memastikan bahwa penyajian berita tetap berpegang pada teori dasar jurnalistik, dengan kebenaran relatif, bukan kebenaran absolut. “Penyajian berita ala antara dipastikan tidak menafikan teori dasar jurnalistik, penyajian news di Antara jelas sama dengan produk pers lain nya yaitu kebenaran relatif tidak kebenaran absolut,” jelasnya.
Berita produksi Antara seringkali menjadi referensi bagi media lain dan publik luas karena memenuhi standar tinggi jurnalistik. “Ada peristiwa, ada data, ada fakta dan ada klarifikasi. Karena berita Antara berasal dari sumber sebenarnya,” tambahnya.
Antara memiliki ideologi pers yang unik, yaitu pers pejuang dan pers corong negara. Namun, hal ini tidak berarti bahwa berita yang dihasilkan adalah pesanan pemerintah. “Tidak, karena di Antara berita diracik memenuhi full standar jurnalistik karena mengandalkan chek and balance serta berita dari sumbernya,” tegasnya.
Sebagai LKBN, Antara terus berkomitmen untuk meningkatkan produksi berita, foto, dan video, serta memanfaatkan media sosial dan kecerdasan buatan. Antara resmi menjadi Kantor Berita Negara berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 40/1962.






