IKA Unand Gelar Diskusi Panel Bahas Persoalan Sumbar

oleh -340 Dilihat
jelang-kongres-vii-dpp-ika-unand,-gelar-diskusi-panel-himpun-masukan-persoalan-kekinian
Jelang Kongres VII DPP IKA Unand, Gelar Diskusi Panel Himpun Masukan Persoalan Kekinian

Padang – Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Alumni Universitas Andalas (DPP IKA Unand) berencana menggelar diskusi panel untuk mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang berkembang di Sumatera Barat. Inisiatif ini merupakan bagian dari rangkaian acara menyongsong Kongres VII IKA Unand yang dijadwalkan pada 8 November 2025.

Arina Widya Murni, Koordinator Bidang Acara, mengungkapkan keprihatinannya terhadap isu-isu krusial yang dihadapi provinsi tersebut. “Kita jelas prihatin menyikapi persoalan krusial di Sumbar kekinian. LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender) misalnya, Sumbar termasuk salah satu provinsi dengan kasus tertinggi di Indonesia,” ujarnya saat rapat persiapan kongres, Minggu (20/7/2025).

Rapat yang dipimpin oleh Ketua Panitia Muhammad Riendra, mengusulkan sejumlah tokoh sebagai pemantik dan panelis dalam diskusi tersebut. Henmaidi diusulkan sebagai pemantik diskusi, sementara Gamawan Fauzi akan menjadi panelis bidang politik.

Selain itu, Armen Ahmad akan membahas bidang kesehatan, Raudhah Taib mengenai budaya dan adat, Rahmadi Kurnia (ketua UPZ) mengenai agama, dan Elfindri mengenai ekonomi. Perwakilan mahasiswa dari MWA unsur mahasiswa/ketua BEM juga akan diundang. Nashrian Bahzein dari Padang Tv diusulkan sebagai pembawa acara diskusi yang akan diadakan di Convention Hall Unand.

Dalam kesempatan yang sama, sejumlah kegiatan lain juga diusulkan, termasuk tablig akbar dengan ustad nasional, sterilisasi kucing di lingkungan kampus Unand Limau Manih, serta tips lulus di PTN bergengsi bagi siswa dan lulusan SMA sederajat.

Riendra menjelaskan bahwa kongres sendiri awalnya dijadwalkan pada 4 Oktober, namun setelah pertimbangan, disepakati untuk dilaksanakan pada 8 November. “Agenda terbesarnya, tentu pemilihan ketum DPP IKA Unand periode 2025-2029 mendatang,” katanya.

Informasi yang dihimpun menyebutkan beberapa nama yang berpotensi menggantikan Rustian, antara lain Dony Oskarya (Wamen BUMN), Yuliot (Wamen ESDM), Helvy Yuni Moraza (Wamen UMKM), Surya Tri Harto (Dirut PT Pertamina International Shipping/PIS), Shadiq Pasadigoe dan Rahmat Saleh (anggota DPR RI), serta tokoh lainnya.