RSUP M. Djamil Siapkan Simulasi Hadapi Gempa Megathrust

oleh -184 Dilihat
antisipasi-gempa-megathrust,-rsup-m.-djamil-padang-bakal-gelar-simulasi-bencana
Antisipasi Gempa Megathrust, RSUP M. Djamil Padang Bakal Gelar Simulasi Bencana

Padang – Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M. Djamil Padang, sebagai rumah sakit rujukan bagi pasien dari berbagai daerah, termasuk luar Sumatera Barat, akan menggelar simulasi penanggulangan bencana pada 2 Juli 2025. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap isu megathrust yang berkembang, yang menuntut kesiapan rumah sakit dalam menyelamatkan nyawa pasien.

Direktur Utama RSUP M. Djamil, Dovy Djanas, menekankan pentingnya mitigasi dan edukasi kebencanaan. “Sumbar merupakan etalase bencana. Pentingnya mitigasi dan edukasi tak bisa diabaikan. Kota Padang sangat rawan terhadap gempa dan tsunami. Isu megathrust harus menjadi perhatian kita bersama,” ujarnya saat sosialisasi drill simulasi bencana di Aula Lantai 4 Poli Rawat Jalan, Senin (30/6/2025).

RSUP M. Djamil berupaya meningkatkan kesiapsiagaan melalui kegiatan evakuasi rutin minimal sekali setahun. Rumah sakit juga telah menyiapkan jalur evakuasi dan edukasi kebencanaan. “Kita berharap seluruh civitas ikut berperan aktif dalam simulasi dan siap menghadapi kemungkinan terburuk saat terjadi bencana,” kata Dovy Djanas.

Simulasi serupa terakhir kali dilakukan pada tahun 2019. Kegiatan ini bertujuan memastikan setiap unit memahami peran dan tanggung jawabnya, serta menguji kesiapan rumah sakit dalam menghadapi situasi darurat.

Direktur Medis dan Keperawatan RSUP M. Djamil, Bestari Jaka Budiman, menegaskan peran strategis rumah sakit sebagai rujukan utama di wilayah Sumatera bagian tengah dan barat, terutama dalam kondisi gawat darurat. “Dalam kondisi bencana, rumah sakit akan menjadi titik akhir dalam penanganan korban. Oleh karena itu, kesiapan sangat diperlukan agar tidak terjadi kekacauan yang dapat mengganggu penanganan pasien,” jelasnya.

Letak geografis Kota Padang yang rawan gempa dan tsunami menjadikan kesiapsiagaan bencana sebagai aspek krusial. Rumah sakit dituntut memiliki sistem tanggap darurat yang handal, terstruktur, dan teruji.

Simulasi akan mencakup dua skenario, yakni saat kondisi darurat terjadi dan pasca bencana. Kegiatan ini juga menjadi ajang evaluasi efektivitas SOP yang telah disusun.

Ketua Komite Keselamatan Kerja RSUP M. Djamil, Katherina Welong, menjelaskan bahwa simulasi akan melibatkan 620 personel dan disaksikan oleh 27 rumah sakit lain. Titik kumpul saat simulasi tersebar di beberapa gedung, antara lain IRJ lantai 3 dan 4, Gedung COT lantai 3, Gedung IPS Nonmedik lantai 3, Gedung IPD lantai 3, dan Gedung IKA lantai 3.

Skenario simulasi akan dilakukan pada 2 Juli 2025, pukul 09.00 WIB, dengan kekuatan gempa 7,9 SR, berpusat di koordinat 1°23 LS dan 98°54 BT atau 80 km barat Kota Padang, dengan kedalaman 10 km dan berpotensi tsunami.