PKB Sumatera Barat Pacu Struktur Organisasi Hingga Nagari Jelang Pemilu 2029

oleh -13 Dilihat

Padang – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumatera Barat berupaya mempercepat pembentukan struktur organisasi hingga tingkat nagari dan menyiapkan calon legislatif sejak dini sebagai strategi menghadapi Pemilu 2029. Saat ini, baru 118 dari 179 kecamatan di Sumatera Barat yang memiliki kepengurusan PKB, atau sekitar 70 persen.

Target ini mengemuka dalam acara pengukuhan 19 Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB se-Sumatera Barat dan pengurus Perempuan Bangsa Sumatera Barat masa bakti 2026–2031 di Hotel The ZHM Premiere Padang, Selasa (13/10/2026).

Ketua DPW PKB Sumatera Barat, Firdaus, S.H.I., mendesak pengurus DPC untuk segera menuntaskan pembentukan Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) di kecamatan yang belum lengkap. Ia menargetkan pembentukan Dewan Pengurus Ranting (DPRT) di setiap nagari dimulai Desember mendatang.

“Struktur organisasi adalah hal paling utama yang harus dirampungkan dalam menghadapi pemilu, sesuai perintah Ketua Umum,” ujar Firdaus.

Firdaus menekankan bahwa pengukuhan ini bukan sekadar seremonial, melainkan penegasan amanah untuk memenangkan PKB di Sumatera Barat. Konsolidasi partai harus dimulai sejak sekarang, bukan hanya menjelang pemilu.

Ia juga menyoroti belum meratanya penyelesaian struktur organisasi di tingkat kecamatan dan meminta pengurus DPC melaporkan kendala yang ada.

Percepatan konsolidasi ini sejalan dengan target PKB untuk meningkatkan perolehan kursi legislatif dan merebut posisi pimpinan DPRD kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

Perwakilan Ketua Umum DPP PKB, Rico Alviano, S.T., menyatakan pengukuhan 19 DPC sebagai awal kerja politik menuju Pemilu 2029. Ia meminta pengurus memperkuat kehadiran partai di masyarakat, menjalankan kaderisasi, dan menjaga politik yang santun.

“Di Sumatera Barat, PKB tidak boleh lagi menjadi partai pelengkap. Kita harus merebut kursi pimpinan DPRD kabupaten dan kota,” tegas Rico.

Rico juga mendorong DPC untuk memulai persiapan pencalonan anggota legislatif sejak dini. Pada 2027, pengurus diharapkan menjaring kader potensial dari kalangan masyarakat Minangkabau, dengan mempertimbangkan kapasitas dan potensi mereka.

Ia menambahkan bahwa PKB perlu membuktikan diri dapat berkembang sambil menjaga nilai tradisi, agama, dan membela masyarakat kecil. Rico berkomitmen menjadi penghubung aspirasi DPC PKB se-Sumatera Barat di tingkat pusat.

Selain memperkuat struktur partai, PKB juga mendorong penguatan organisasi perempuan sebagai bagian persiapan menghadapi kontestasi politik mendatang.

Sekretaris Jenderal DPP Perempuan Bangsa, Hj. Nurnadlifah, S.Ag., M.M., menginformasikan restrukturisasi kepengurusan Perempuan Bangsa telah selesai di tingkat DPW dan berlanjut ke DPC seluruh Indonesia.

Nurnadlifah menegaskan Perempuan Bangsa perlu menjadi kekuatan tambahan bagi PKB untuk menjangkau komunitas perempuan, memperluas dukungan, dan menyiapkan calon legislatif perempuan.

“Perempuan Bangsa biasanya tidak ingin mengambil kursi yang sudah ada. Justru yang kita inginkan adalah menambah jumlah kursi,” ujarnya.

Ia meminta pengurus PKB di semua tingkatan mendukung program kerja badan partai, termasuk Perempuan Bangsa. Pakta integritas pengurus harus diwujudkan dalam tindakan nyata.

Ketua DPW Perempuan Bangsa Sumatera Barat, Cempaka Tanjung, menekankan pentingnya sinergi organisasi untuk memperkuat peran perempuan dalam politik, pembangunan, dan pengabdian masyarakat.

Ia berharap pengukuhan pengurus menjadi momentum peningkatan kapasitas kader, penguatan komitmen organisasi, serta pemetaan daerah pemilihan yang lebih terstruktur.

“Perempuan Bangsa! Bergerak Bersama, Berdaya Bersama!” seru Cempaka.

Melalui penguatan struktur hingga nagari, kaderisasi, dan kolaborasi dengan Perempuan Bangsa, PKB Sumatera Barat menyiapkan langkah organisasi untuk mencapai target politik pada Pemilu 2029.