Tiga Kali Caesar, Utami Tak Khawatir Biaya Berkat JKN

oleh -9 Dilihat
tiga-kali-bersalin-caesar-pakai-jkn,-utami-ungkap-tak-lagi-cemas-soal-biaya
Tiga Kali Bersalin Caesar Pakai JKN, Utami Ungkap Tak Lagi Cemas Soal Biaya

Tanah Datar – Utami Fitriani merasa lega karena tiga kali menjalani persalinan caesar tidak dibebani kekhawatiran biaya berkat kepesertaannya dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Seluruh biaya persalinan caesar Utami dijamin oleh JKN sesuai indikasi medis. Hal ini membuatnya dapat fokus pada proses persalinan dan kesehatan bayinya.

“Saya sudah tiga kali memanfaatkan kepesertaan BPJS Kesehatan untuk bersalin secara caesar, mulai dari anak pertama hingga anak ketiga. Semua biaya pelayanannya dijamin sesuai indikasi medis,” ujar Utami.

Riwayat medis menjadi alasan utama Utami menjalani persalinan caesar. Pada kehamilan pertama, dokter mendeteksi adanya lilitan tali pusat di leher bayi, sehingga persalinan normal tidak memungkinkan.

Kondisi tersebut kemudian menjadi pertimbangan medis untuk persalinan anak kedua dan ketiga. Utami secara rutin memeriksakan kehamilannya untuk memantau kondisi diri dan bayi.

“Dulu saat persalinan anak pertama saya tidak bisa normal karena ada lilitan tali pusat di leher anak. Setelah itu, saya punya riwayat caesar sehingga persalinan anak kedua dan ketiga juga dilakukan secara caesar berdasarkan kondisi medis,” jelas Utami.

Pada kehamilan ketiga, Utami sempat mengalami kontraksi sebelum hari perkiraan lahir (HPL). Ia segera mendatangi IGD RSIA Sayang Ibu Batusangkar tanpa rasa cemas berlebih mengenai biaya pelayanan kesehatan.

Ia mengetahui status JKN-nya aktif dan pelayanan akan diberikan sesuai prosedur medis yang berlaku.

“Saat tiba-tiba kontraksi sebelum HPL dan harus dibawa ke IGD, kami tidak terlalu khawatir soal biayanya karena status JKN saya aktif. Yang penting, ketika membutuhkan pelayanan kesehatan, kita mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku,” kata Utami.

Utami menekankan pentingnya memahami alur pelayanan JKN sejak awal. Ia mencontohkan proses pemeriksaan kehamilan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) yang berlanjut ke rumah sakit jika ada indikasi medis.

“Menurut saya, alur pelayanan JKN tidak ribet kalau kita mengikuti prosedurnya dengan baik. Mulai dari pemeriksaan kehamilan di FKTP, kemudian kalau memang berdasarkan pemeriksaan dokter dan hasil ultrasonografi (USG) ada indikasi medis yang membutuhkan penanganan di rumah sakit, kita akan dirujuk,” tutur Utami.

Ia mengungkapkan semangat gotong royong dalam JKN sangat meringankan beban biaya persalinan yang bisa mencapai jutaan rupiah.

“Sekali persalinan caesar bisa membutuhkan biaya sekitar belasan juta rupiah atau lebih, tergantung kondisi medis. Kalau harus membayar sendiri untuk tiga kali persalinan, tentu sangat berat,” ungkap Utami.

Aplikasi Mobile JKN juga memberikan kemudahan tambahan bagi Utami melalui fitur antrean online.

Fitur ini memungkinkan Utami mengambil antrean dari rumah, sehingga menghemat waktu tunggu di fasilitas kesehatan.

“Dalam kondisi hamil, tentu aktivitas saya terbatas. Dengan antrean online di Aplikasi Mobile JKN, saya bisa mengambil antrean dari rumah dan datang ke fasilitas kesehatan sesuai estimasi waktu pelayanan. Praktis dan sangat membantu,” ucap Utami.

Utami mengimbau masyarakat, khususnya ibu hamil, untuk proaktif mendaftar dan memastikan kepesertaan JKN tetap aktif.

“Puas rasanya memanfaatkan BPJS Kesehatan ini untuk berobat, tidak ada rasa khawatir soal beban biaya dan pikiran. Semoga ke depannya banyak inovasi yang dihadirkan demi kemudahan layanan peserta. Jangan lupa untuk ibu hamil atau masyarakat, segera daftarkan diri menjadi peserta JKN dan pastikan status kepesertaannya aktif selalu ya,” tutup Utami.