Bukittinggi – Sebanyak 54 putra-putri terbaik Kota Bukittinggi resmi mengemban tanggung jawab besar sebagai Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaska) untuk peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Para peserta mulai memasuki fase karantina melalui prosesi “tantingan” di Hotel Dymens, Kamis (8/8/2026), sebagai langkah awal pembentukan karakter sebelum bertugas.
Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menitipkan pesan mendalam kepada para peserta terkait sejarah besar kota tersebut. Ia mengingatkan bahwa Bukittinggi memiliki posisi istimewa sebagai salah satu dari tiga daerah di Indonesia yang dipercaya mengibarkan replika bendera pusaka.
“Bukittinggi memiliki sejarah panjang, termasuk pernah menjadi pusat pemerintahan pada masa PDRI. Kebanggaan ini harus tecermin dalam tugas kalian nanti,” ujar Ibnu saat memberikan arahan.
Menurut Ibnu, tugas sebagai Paskibraka tidak boleh dipandang sekadar seremoni fisik belaka. Ia menuntut para peserta memanfaatkan masa karantina hingga 18 Agustus mendatang untuk menempa integritas dan jiwa kepemimpinan.
“Tunjukkan bahwa generasi muda Bukittinggi adalah generasi yang berkarakter, berbudaya, dan memiliki semangat kebangsaan yang tinggi,” tegasnya.
Di sisi lain, Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bukittinggi, Ramon Arisa Putra, menjelaskan bahwa 28 putra dan 26 putri yang terpilih telah melewati seleksi ketat sejak 21 Juli lalu. Fokus masa karantina saat ini diprioritaskan pada penguatan mental dan kedisiplinan.
“Tantingan ini adalah bagian dari rangkaian pendidikan karakter sebelum pengukuhan pada 15 Agustus mendatang,” jelas Ramon mengenai alur kegiatan tersebut.






