Pemerintah Percepat Pemulihan Ekonomi Aceh Lewat Tambak Kopi

oleh -10 Dilihat
satgas-prr-percepat-pemulihan-ekonomi-aceh-lewat-sektor-tambak-kopi
Satgas PRR Percepat Pemulihan Ekonomi Aceh Lewat Sektor Tambak Kopi

Aceh – Pemerintah tancap gas memacu pemulihan ekonomi masyarakat Aceh pascabencana melalui suntikan modal produktif di sektor perikanan dan perkebunan kopi. Langkah ini diyakini mampu menjadi mesin penggerak utama untuk memulihkan mata pencaharian warga secara berkelanjutan.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan total 15.000 hektare lahan tambak di Aceh kembali beroperasi penuh pada akhir 2026. Sebagai langkah awal, pemerintah mematok target 5.200 hektare lahan sudah aktif berproduksi pada September mendatang.

Sekretaris Jenderal KKP, Andy Artha Donny Oktopura, menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya fokus pada perbaikan infrastruktur, tetapi juga memastikan produktivitas warga segera bangkit. KKP telah menyiapkan bantuan benih dan pakan agar petambak bisa langsung berproduksi begitu rehabilitasi lahan selesai.

“Pemerintah telah menyiapkan bantuan benih dan pakan agar petambak dapat langsung memulai budidaya usai rehabilitasi lahan selesai,” ujar Andy saat meninjau tambak di Pidie dan Pidie Jaya.

Hingga akhir Juli lalu, tercatat 694 hektare tambak telah berhasil memproduksi berbagai jenis benih, mulai dari udang, bandeng, hingga nila salin. Guna menunjang operasional, KKP turut menyalurkan delapan unit ekskavator khusus serta bantuan mesin kapal dan 100 unit kotak pendingin bagi nelayan.

Pengaktifan kembali tambak ini diproyeksikan mampu mendongkrak ekonomi warga dengan potensi omzet mencapai Rp30 juta per hektare setiap siklus panen. Fazil, salah satu petambak di Pidie Jaya, menilai bantuan tersebut merupakan modal krusial untuk membangkitkan usahanya.

“Bantuan ini sangat membantu petambak untuk kembali beroperasi dan saya optimistis dapat segera melakukan panen,” ungkap Fazil.

Selain sektor kelautan, pemerintah juga menggenjot komoditas kopi di kawasan Gayo dengan membagikan 4 juta bibit unggul secara gratis kepada petani. Kepala Posko Satgas PRR Wilayah Aceh, Safrizal ZA, menyebut distribusi bibit ini sebagai strategi kunci untuk mempercepat pemulihan ekonomi daerah.

Seluruh bantuan sarana produksi tersebut dipastikan akan disertai dengan pendampingan intensif dari penyuluh lapangan. Langkah pendampingan ini dilakukan guna memastikan petani mendapatkan hasil maksimal hingga masa panen tiba.