Mataram – Pengurus Persatuan Keluarga Pesisir Selatan (PKPS) di Nusa Tenggara Barat (NTB) segera melakukan restrukturisasi organisasi. Langkah ini diambil untuk mengaktifkan kembali roda organisasi yang sempat vakum sejak 2024 pasca wafatnya ketua sebelumnya, Jamuris.
Upaya regenerasi ini ditegaskan oleh Wakil Ketua Umum DPP PKPS, Empi Muslion, saat mengunjungi pengurus DPW PKPS NTB pada Kamis (16/7/2026). Kunjungan tersebut menjadi langkah konsolidasi penting setelah pelaksanaan Rakernas PKPS 2026 di Painan.
Empi menekankan pentingnya menjaga soliditas para perantau asal Pesisir Selatan di tanah rantau. Ia berharap organisasi kembali berfungsi sebagai wadah pemersatu warga yang sempat kehilangan arah.
“Kami bersilaturahmi untuk memastikan soliditas Rang Pasisia di NTB tetap terjaga. Karena itu, kami mendorong warga di sini untuk bangkit kembali,” ujar Empi Muslion.
Menindaklanjuti arahan tersebut, DPP PKPS menginstruksikan pengurus NTB untuk segera melaksanakan musyawarah pemilihan ketua baru. Proses transisi kepemimpinan ini ditegaskan harus berjalan sesuai dengan mekanisme Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
Rencana ini pun mendapat sambutan hangat dari perwakilan pengurus daerah, di antaranya Mardanil, Era Sukmawati, dan Riki. Mereka menyatakan kesiapan penuh untuk memfasilitasi proses pemilihan pengurus definitif dalam waktu dekat.
Sebagai bekal transisi, DPP PKPS resmi menyerahkan dokumen AD/ART serta program kerja hasil Rakernas kepada pengurus NTB. Kelengkapan dokumen tersebut diharapkan menjadi kompas bagi pengurus baru dalam menjalankan agenda sosial dan pemberdayaan perantau ke depan.
“Kami sudah serahkan AD/ART dan program kerja hasil Rakernas. Ini menjadi pedoman untuk kembali menjalankan kegiatan organisasi, baik sosial, kekeluargaan, maupun pemberdayaan perantau,” pungkas Empi.






