Bawaslu Pesisir Selatan Ajak Mahasiswa STAI Kawal Pemilu

oleh -13 Dilihat
bawaslu-pesisir-selatan-jaring-agen-pengawasan-partisipatif-melalui-program-kelas-pemilu-stai-balai-selasa
Bawaslu Pesisir Selatan Jaring Agen Pengawasan Partisipatif Melalui Program Kelas Pemilu STAI Balai Selasa

Pesisir Selatan – Mahasiswa didorong menjadi garda terdepan dalam pengawasan partisipatif guna menekan angka pelanggaran pemilu. Langkah ini diperkuat oleh Bawaslu Kabupaten Pesisir Selatan melalui program “Kelas Pemilu” yang menyasar kalangan akademisi di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Balai Selasa, Kamis (25/6/2026).

Ketua Bawaslu Pesisir Selatan, Afriki Musmaidi, menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam mengidentifikasi sekaligus mencegah potensi kecurangan seperti politik uang dan penyebaran hoaks yang kerap mencoreng integritas demokrasi.

“Mahasiswa tidak hanya diharapkan aktif dalam pengawasan Pemilu, tetapi juga mampu mengidentifikasi dan melakukan upaya-upaya pencegahan terhadap potensi pelanggaran. Kehadiran kami hari ini bertujuan meningkatkan pengetahuan mahasiswa tentang Pemilu dan demokrasi,” ujar Afriki.

Ia menambahkan, keterlibatan aktif mahasiswa sangat krusial agar mereka tidak bersikap apatis terhadap proses politik. Selain membekali ilmu kepemiluan, Afriki juga berpesan agar mahasiswa memanfaatkan masa kuliah untuk membangun jejaring serta meningkatkan kapasitas diri.

Kepala Sekretariat Bawaslu Pesisir Selatan, Rinaldi, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen kolaborasi antara Bawaslu dan lembaga pendidikan untuk memperkuat literasi demokrasi. Meski di tengah keterbatasan anggaran, pihaknya memastikan sosialisasi kepemiluan tetap berjalan masif ke berbagai kampus.

Senada dengan itu, Ketua STAI Balaiselasa, Roni Pasaleron, menyambut positif inisiatif Bawaslu. Ia berharap kegiatan literasi ini tidak berhenti di satu sesi, melainkan dilakukan secara berkelanjutan.

“Rugi apabila mahasiswa tidak mengikuti kegiatan ini. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan tidak berhenti hanya sampai di sini,” tutur Roni.

Dalam sesi pemaparan, Anggota Bawaslu Pesisir Selatan, Nurmaidi, menyoroti sejumlah isu krusial yang harus diwaspadai, mulai dari tahapan pemutakhiran data pemilih hingga isu netralitas ASN dan politisasi SARA.

“Mahasiswa merupakan simpul penting dalam mewujudkan pemilu yang jujur dan adil. Sebagai kaum terdidik, mahasiswa dapat menjadi sumber informasi yang terpercaya bagi masyarakat di sekitarnya serta menjadi agen pengawasan partisipatif di tengah masyarakat,” tegas Nurmaidi.