Pesisir Selatan – Realisasi belanja daerah Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan hingga April 2026 tercatat Rp306.289.162.838 atau 23,79 persen dari total anggaran. Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kabupaten Pesisir Selatan, Suhandri, mengatakan capaian itu belum mencakup bulan Mei karena periode tersebut masih berjalan.
“Realisasi belanja belum bisa diambil untuk bulan Mei karena masih berjalan,” kata Suhandri, Sabtu (23/5/2026).
Suhandri menjelaskan, APBD Kabupaten Pesisir Selatan tahun anggaran 2026 ditetapkan sebesar Rp1.719.050.609.302. Jumlah itu turun Rp169.484.873.995 dibanding APBD 2025 yang mencapai Rp1.888.535.482.297.
Ia mengatakan, dalam APBD 2026, Pendapatan Asli Daerah ditetapkan sebesar Rp207.804.551.029, sementara pendapatan transfer mencapai Rp1.505.846.400.702.
Untuk belanja daerah, alokasinya terdiri atas belanja operasional Rp1.389.898.160.385,70, belanja modal Rp76.623.714.030,30, belanja tidak terduga Rp8.549.657.571, dan belanja transfer Rp243.979.077.315. Adapun penerimaan pembiayaan tercatat Rp5.399.657.571.
Suhandri menegaskan, penyusutan APBD Pesisir Selatan terjadi akibat kebijakan pemerintah pusat. Menurut dia, perubahan itu terutama dipicu oleh hilangnya Dana Alokasi Khusus pada bidang pekerjaan umum serta penyesuaian Dana Alokasi Umum.
“Penurunan APBD Kabupaten Pesisir Selatan ini memang karena kebijakan dari pusat, terutama karena Dana DAU yang ditentukan bidang pekerjaan umum sudah gak ada lagi Dana Alokasi Khusus,” ujarnya.






