ASITA Sumbar Desak Kepastian Akses Jalan Lembah Anai

oleh -14 Dilihat
asita-sumatera-barat-minta-kepastian-akses-jalan-lembah-anai
Asita Sumatera Barat Minta Kepastian Akses Jalan Lembah Anai

Padang – DPD ASITA Sumatera Barat mengapresiasi langkah kepolisian dalam menindak praktik pungutan liar di kawasan Lembah Anai, yang dinilai penting untuk menjaga kenyamanan wisatawan dan citra pariwisata daerah.

Namun, asosiasi biro perjalanan itu menilai persoalan yang lebih mendesak justru masih berlangsung, yakni belum pulihnya akses jalan utama di kawasan tersebut usai bencana alam pada akhir November lalu. Jalur penghubung Padang dan Bukittinggi itu hingga kini belum bisa dilalui bus pariwisata berukuran sedang maupun besar.

Ketua DPD ASITA Sumatera Barat, Nadirsyah Bakri, mengatakan Lembah Anai bukan hanya jalur lintasan, tetapi juga bagian dari daya tarik utama wisata Sumatera Barat. Ia menekankan pelaku industri membutuhkan kepastian soal kapan akses itu dibuka kembali agar jadwal perjalanan wisata bisa disusun dengan jelas.

“Lembah Anai sudah menjadi bagian dari destinasi wisata itu sendiri. Pengalaman melintasi kawasan ini adalah magnet utama dalam paket wisata Sumatera Barat,” kata Nadirsyah.

Dampak pembatasan akses itu mulai dirasakan langsung oleh pelaku usaha wisata. Wakil Ketua I DPD ASITA Sumbar, Rezky Januar, menyebut banyak pemesanan terpaksa dibatalkan karena kendaraan harus dialihkan melalui jalur Sitinjau Lauik.

“Pengalihan ini menambah biaya operasional, memperpanjang waktu tempuh, serta meningkatkan risiko keselamatan bagi kendaraan wisata,” ujar Rezky.

ASITA Sumbar juga mendesak pemerintah mengambil langkah tegas terkait kebijakan lalu lintas di kawasan itu. Wakil Ketua II DPD ASITA Sumbar, Hanif, menyoroti belum jelasnya aturan dan munculnya isu diskriminasi akses kendaraan yang memicu keresahan di kalangan pelaku usaha.

“Kami berharap pemerintah memberikan kepastian kebijakan yang adil dan transparan. Langkah ini penting untuk menjaga kepercayaan wisatawan serta mitra perjalanan yang selama ini menjadikan Sumatera Barat sebagai destinasi unggulan,” tutur Hanif.

ASITA Sumatera Barat berharap Pemerintah Provinsi segera mengembalikan akses Lembah Anai seperti semula. Sebagai langkah jangka pendek, asosiasi itu mengusulkan adanya kebijakan khusus atau kemudahan akses bagi kendaraan pariwisata anggota ASITA agar arus kunjungan wisata bisa kembali pulih.