Ditpamobvit Polda Sumbar Assess Kawasan Carocok Painan

oleh -15 Dilihat
ditpamobvit-polda-sumbar-laksanakan-risk-assessment-ke-kawasan-carocok-painan
Ditpamobvit Polda Sumbar Laksanakan Risk Assessment ke Kawasan Carocok Painan

Pesisir Selatan – Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Sumatera Barat melakukan risk assessment di kawasan Pantai Carocok Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, Kamis (30/4/2026), untuk menilai potensi risiko sekaligus memperkuat pengamanan destinasi wisata unggulan daerah.

Kegiatan itu dipimpin AKBP Ilva Siswanto, S.H., M.H., selaku Kasubdit Wisata Ditpamobvit Polda Sumbar, bersama jajaran anggota. Rangkaian kegiatan diawali rapat koordinasi di Kantor Disparbudpora.

Rapat tersebut digelar bersama Kepala Dinas Disparbudpora Ronald Bernando, S.IP., M.Si., yang diwakili Sekretaris Darpius Indra, S.H., didampingi Kepala Bidang Pariwisata Disparbudpora serta Kasat Pamobvit Polres Pessel AKP Margasiben, S.H.

Darpius Indra mengatakan risk assessment menjadi langkah strategis untuk memperkuat tata kelola keamanan destinasi wisata di daerah itu.

“Kegiatan ini sangat penting sebagai bentuk komitmen bersama dalam memastikan keamanan dan kenyamanan wisatawan. Kami menyambut baik kehadiran Ditpamobvit Polda Sumbar dalam melakukan penilaian risiko di kawasan wisata unggulan Kabupaten Pesisir Selatan,” ujarnya.

Ia menambahkan, hasil kegiatan tersebut akan menjadi dasar penyusunan langkah perbaikan dan peningkatan standar pengelolaan destinasi wisata ke depan.

“Melalui kegiatan ini, kita berharap dapat mengidentifikasi secara komprehensif berbagai potensi kerawanan serta merumuskan langkah-langkah mitigasi yang tepat, sehingga Pantai Carocok Painan semakin aman, nyaman, dan berdaya saing,” kata dia.

Di sisi lain, AKBP Ilva Siswanto menjelaskan bahwa risk assessment merupakan bagian dari tugas Ditpamobvit dalam memberikan jaminan keamanan pada objek vital, termasuk sektor pariwisata.

“Risk assessment ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi risiko serta memberikan rekomendasi kepada pengelola dan pemerintah daerah dalam meningkatkan sistem pengamanan kawasan wisata,” jelasnya.

Setelah rapat koordinasi, tim melanjutkan kegiatan dengan peninjauan langsung ke lapangan. Pemeriksaan dilakukan untuk melihat kondisi kawasan wisata, sarana dan prasarana pendukung, serta kesiapsiagaan petugas di lokasi.