Nindya Karya Jelaskan Penanganan Bronjong Cegah Abrasi Kuranji

oleh -24 Dilihat

Padang – PT Nindya Karya menegaskan pemasangan geobag dan bronjong pasir di kawasan Kuranji, Kota Padang, dilakukan sebagai langkah darurat pascabencana hidrometeorologi, bukan pekerjaan permanen seperti yang disebut sejumlah pihak.

Project Manager Nindya Karya Infra 1, Mashudi Agung, mengatakan pekerjaan itu berlangsung di Kelurahan Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, tepatnya di belakang Kampus Universitas Adzkia.

Ia menjelaskan, bencana yang terjadi telah menggerus lereng sungai dan memunculkan ancaman bagi area di sekitarnya, termasuk kawasan kampus yang berada dekat titik longsoran. Kondisi tersebut membuat penanganan cepat harus dilakukan agar kerusakan tidak semakin meluas.

“Penanganan tersebut bersifat sementara sambil menunggu pekerjaan permanen yang akan dilaksanakan pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi,” kata Mashudi Agung, Rabu (22/4/2026).

Mashudi menyebut, Korong Gadang menjadi salah satu titik yang terdampak bencana hidrometeorologi pada 27 November 2025. Hingga kini, banjir di wilayah itu juga masih dilaporkan berulang.

Ia menegaskan, penanganan darurat di sejumlah titik dilakukan sesuai arahan teknis dari Balai Wilayah Sungai dan Direktorat Operasi terkait. Dalam pelaksanaannya, pekerjaan memanfaatkan material yang tersedia di lokasi tanpa mendatangkan bahan dari luar.

Di Korong Gadang, material pascabanjir yang paling banyak ditemukan adalah pasir. Karena itu, proteksi lereng dengan bronjong pasir dipilih sebagai solusi yang paling cepat dan efektif untuk kondisi darurat.

“Pemilihan bronjong pasir didasarkan pada pertimbangan teknis dan pemanfaatan material setempat, sehingga penanganan bisa segera dilakukan,” ujarnya.

Nindya Karya berharap masyarakat memahami bahwa pekerjaan itu merupakan langkah tanggap darurat untuk menahan risiko kerusakan yang lebih besar, bukan hasil akhir dari penanganan permanen.