Dicanangkan, Tiga Nagari Cantik Pasaman 2026

oleh -21 Dilihat
tiga-nagari-cantik-kabupaten-pasaman-tahun-2026-dicanangkan-;-durian-tinggi,-panti-selatan-dan-pauh
Tiga Nagari Cantik Kabupaten Pasaman Tahun 2026 Dicanangkan ; Durian Tinggi, Panti Selatan dan Pauh

Lubuk Sikaping – Pemerintah Kabupaten Pasaman bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Pasaman kembali mendorong penguatan pengelolaan data di tingkat nagari melalui program Desa/Nagari Cinta Statistik (Cantik) 2026. Tahun ini, tiga nagari ditetapkan sebagai lokus, yakni Nagari Durian Tinggi, Nagari Panti Selatan, dan Nagari Pauh.

Pencanangan program itu digelar di Aula Kantor Camat Lubuk Sikaping, Kamis (23/4/2026), sebagai kelanjutan dari pembinaan yang telah dilakukan pada sejumlah nagari sebelumnya. Langkah ini menegaskan arah pembangunan Pasaman yang semakin menempatkan data sebagai dasar utama pengambilan kebijakan.

Wakil Bupati Pasaman Parulian menilai, data nagari memegang peran penting dalam menjawab tantangan global yang kian kompleks, mulai dari dinamika geopolitik, perubahan iklim, hingga perkembangan teknologi yang bergerak cepat.

“Data yang akurat di nagari menjadi fondasi penting dalam menentukan arah kebijakan. Ini kunci untuk menekan kemiskinan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Pasaman ke depan,” kata Parulian.

Ia mengingatkan, dalam waktu dekat Pasaman akan menghadapi pelaksanaan Registrasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). Kedua agenda nasional itu membutuhkan dukungan data yang akurat dan mutakhir dari tingkat kejorongan hingga nagari.

Menurut Parulian, DTSEN menjadi basis data sosial ekonomi terpadu yang penting untuk mendorong kebijakan perlindungan sosial yang lebih tepat sasaran. Sementara SE2026 akan memotret kondisi perekonomian masyarakat secara menyeluruh, termasuk potensi usaha hingga level nagari dan kejorongan.

Meski demikian, ia menilai tantangan terbesar masih terletak pada kesiapan sumber daya manusia di tingkat kejorongan dan nagari dalam mengelola serta memanfaatkan data secara optimal. Kualitas data, kata dia, sangat bergantung pada kapasitas aparatur nagari dalam mengumpulkan, mengolah, dan menggunakan data tersebut.

Melalui Program Desa Cinta Statistik, Parulian berharap nagari tidak hanya menjadi objek pendataan, tetapi juga menjadi subjek yang aktif dalam pengelolaan data.

Ia juga menekankan agar nagari mampu mendukung pelaksanaan DTSEN dan SE2026 dengan menyediakan data yang valid, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Di sisi lain, Kepala BPS Kabupaten Pasaman Nita Andriyani mengatakan BPS sebagai leading sector pengembangan statistik memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi statistik di daerah.

Ia menjelaskan, sesuai Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik dan Perpres Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia, BPS berkewajiban melakukan pembinaan statistik kepada kementerian, lembaga, perangkat daerah, dan institusi lainnya, termasuk hingga tingkat desa atau nagari.

Menurut Nita, amanat itu diwujudkan melalui Program Desa Cantik, yakni program peningkatan kompetensi aparatur nagari dalam mengelola dan memanfaatkan data agar perencanaan pembangunan lebih tepat sasaran.

Ia menyebut, perjalanan Desa Cantik di Pasaman telah berlangsung sejak 2024. Sebelumnya, Nagari Jambak dan Nagari Tanjung Beringin lebih dulu memulai penguatan nagari dalam pengelolaan data.

Karena itu, Nita berharap momentum 2026 menjadi kesempatan bagi tiga nagari yang ditunjuk tahun ini untuk semakin menguatkan kualitas data.

Program Desa Cantik, lanjutnya, juga menjadi bagian penting dalam mendukung kegiatan strategis nasional seperti DTSEN dan SE2026. Dalam program ini, nagari tidak sekadar menjadi subjek pendataan, tetapi juga didorong menghasilkan data yang berkualitas.

Adapun keluaran dari program tersebut mencakup pengelolaan statistik di tingkat nagari, desa, atau kelurahan berupa monografi atau profil desa, publikasi statistik, serta website desa atau nagari.

Selain itu, Desa Cantik juga akan melahirkan agen statistik di nagari yang telah mendapat pembinaan, sekaligus piagam penghargaan dalam penyelenggaraan statistik di nagari, desa, atau kelurahan.

Nita menambahkan, terpilihnya Durian Tinggi, Panti Selatan, dan Pauh diharapkan dapat menjadikan ketiganya sebagai nagari statistik terbaik ke depan dalam pemanfaatan data pada level pemerintahan nagari.

Dalam jangka panjang, kata dia, program ini diharapkan melahirkan kemampuan nagari dalam mengambil keputusan berbasis data sehingga pembangunan di Kabupaten Pasaman lebih tepat sasaran.

Pencanangan Nagari/Desa Cantik ditandai dengan pemukulan beduk oleh Wabup Parulian dan Kepala BPS Nita Andriyani, didampingi Kadis Kominfo Fatrizon, Kepala DPM Teddy Marta, Sekretaris Bappeda Rahmat Gusveri, Camat Lubuk Sikaping, Camat Panti, serta para wali nagari dari Durian Tinggi, Panti Selatan, dan Pauh. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemasangan pin Agen Statistik dari tiga kenagarian.