Yogyakarta – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kini dipimpin oleh ketua baru. Jafarudin, pendiri sekaligus pemimpin redaksi beritajogja.com, terpilih secara aklamasi untuk masa bakti 2026-2030.
Pemilihan berlangsung dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) SMSI DIY di Sleman, Sabtu (17/2).
Jafarudin menggantikan Sihono HT, yang kini menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina SMSI DIY.
Serah terima jabatan ditandai dengan penyerahan Pataka SMSI DIY dari Sihono kepada Jafarudin.
“Program prioritas saya adalah bagaimana menguatkan peran organisasi dan ekosistem media siber,” kata Jafarudin dalam sambutannya.
Ia juga menyoroti pentingnya mewujudkan industri media siber yang sehat, mandiri, dan bermartabat.
Penutupan Musprov SMSI DIY juga diisi dengan bedah buku karya Jafarudin berjudul “Ambang Sandyakala Jurnalisme, Salam Sayang untuk Dewan Pers”.
Buku ini membahas problematika pers digital dan menawarkan solusi atas tantangan yang dihadapi.
Jafarudin menyoroti kebijakan verifikasi Dewan Pers yang dinilai memberatkan media startup atau UMKM.
Menurutnya, banyak media startup didirikan oleh wartawan profesional yang menjadi korban PHK.
“Anggota SMSI DIY rata-rata adalah media startup, namun tetap setia dengan jurnalisme berkualitas, profesional dan menjaga etika,” ungkapnya.
Ia meyakini pers profesional tetap menjadi satu-satunya institusi sosial yang memiliki mekanisme verifikasi, koreksi, dan akuntabilitas.
“Jika negara abai akan hal ini, maka sesungguhnya yang dipertaruhkan bukan masa depan Pers, melainkan demokrasi itu sendiri,” tegasnya.
Jafarudin mengusulkan agar Dewan Pers memberikan mandat kepada organisasi perusahaan pers seperti SMSI untuk melakukan verifikasi.
Sihono HT, sebagai pembedah buku, menilai buku ini lahir dari kegelisahan seorang praktisi media terkait kebebasan pers.
Hudono, Ketua PWI DIY, juga mengapresiasi buku tersebut dan menyoroti kekhawatiran terhadap keberlanjutan hidup media UMKM akibat verifikasi Dewan Pers.






