Padang – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menyalurkan bantuan senilai Rp30,3 miliar untuk membantu warga Sumatera Barat (Sumbar) yang terdampak bencana. Bantuan ini diharapkan mempercepat pemulihan ekonomi dan kemandirian masyarakat.
Bantuan diserahkan langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Padang, Kamis (12/2).
Bantuan tersebut meliputi pembangunan lima Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK), program pelatihan vokasi dan sertifikasi bagi 5.008 orang, program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) bagi 100 orang, serta program Padat Karya sebanyak 20 paket kegiatan.
Selain itu, disalurkan pula bantuan sumur bor dan mesin air sebanyak 2 unit, serta bantuan langsung bagi 125 korban terdampak bencana.
Ketua DPRD Sumbar, Muhidi, menyambut baik bantuan ini. Ia menilai bantuan tersebut sangat tepat sasaran dan dibutuhkan warga untuk memulihkan diri pascabencana.
“Alhamdulillah, pelatihan-pelatihan dan sarana yang diberikan sangat dibutuhkan warga terdampak bencana yang berujung pada pemulihan sehingga mereka bisa mandiri,” kata Muhidi.
Muhidi juga mendorong pemerintah daerah untuk segera mendata kebutuhan daerah setempat terkait pembangunan BLKK, agar program tersebut dapat terlaksana dengan baik dan sesuai kebutuhan.
Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan proses pemulihan pascabencana berjalan cepat, berkelanjutan, dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menyampaikan apresiasi kepada Kemenaker atas bantuan yang diberikan. Ia menilai bantuan ini sebagai intervensi strategis untuk membuka kembali kesempatan kerja bagi masyarakat Sumbar.
Mahyeldi juga berkomitmen untuk mengawal pelaksanaan seluruh program bantuan tersebut bersama pemerintah kabupaten dan kota, agar berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat terdampak.






