Tompi Balas Tudingan Netizen dengan Jawaban Menohok!

oleh -154 Dilihat
tompi-tanggapi-santai-tudingan-netizen,-balas-dengan-jawaban-menohok
Tompi Tanggapi Santai Tudingan Netizen, Balas dengan Jawaban Menohok

Jakarta – Musisi sekaligus dokter, Tompi, merespons tudingan warganet yang menyebut dirinya membela Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka demi mendapatkan jabatan. Jawaban menohok Tompi ini kemudian viral di media sosial.

Polemik bermula saat Tompi mengomentari materi stand up comedy Pandji Pragiwaksono yang menyindir fisik Gibran.

Tompi menilai bahwa menjadikan kondisi fisik sebagai bahan candaan bukanlah kritik yang cerdas.

Sikap Tompi ini memicu reaksi dari warganet yang menudingnya memiliki maksud tersembunyi.

Seorang warganet bahkan melontarkan pertanyaan bernada sindiran kepada Tompi melalui Instagram Story.

“Dokter termul mau jabatan apa?” tanya seorang netizen, Selasa (6/1/2025).

Tompi pun tak tinggal diam dan memberikan respons pedas.

“Emang sanggup mau gaj in sy brp? Jenis sampah bgini banyak,” jawab Tompi.

Selain itu, Tompi juga mengunggah foto kebersamaannya dengan Gibran dan rekan-rekannya dengan keterangan bernada candaan.

“Komisaris atau dirut pertamina ya ? Coba cocoknya apaa @melaney_ricardo,” tulisnya.

Sebelumnya, Tompi memang telah menyampaikan pendapatnya terkait sindiran terhadap fisik Gibran.

Ia menekankan bahwa menjadikan kondisi tubuh sebagai bahan lelucon bukanlah hal yang pantas, terutama dari sudut pandang medis.

“Menertawakan kondisi fisik seseorang, apa pun konteksnya, bukanlah bentuk kritik yang cerdas,” tegas Tompi.

Ia menambahkan, apa yang terlihat ‘mengantuk’ pada mata, dalam dunia medis dikenal sebagai PTOSIS, suatu kondisi anatomis yang bisa bersifat bawaan, fungsional, atau medis, dan sama sekali bukan bahan lelucon.

Tompi menegaskan bahwa kritik tetap sah dilakukan, namun harus pada hal yang relevan.

“Kritik boleh, satire boleh, humor pun sah, namun merendahkan kondisi tubuh seseorang bukanlah kecerdasan, melainkan kemalasan berpikir,” pungkasnya.

Menurut Tompi, ruang publik seharusnya diisi dengan diskusi yang bermutu.