Padang – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengucurkan dana sebesar Rp1 miliar untuk membantu pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban bencana hidrometeorologi di Kota Padang. Bantuan ini diharapkan mempercepat pemulihan pasca-bencana yang terjadi pada 27 November 2025 lalu.
Dana tersebut akan digunakan untuk membangun huntap beserta sarana dan prasarana pendukung di kawasan Batu Busuak, Kelurahan Kapalo Koto.
Ketua Kadin Sumbar, Buchari Bachter, mengungkapkan bahwa Rp500 juta dari total anggaran berasal dari Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP).
“Sisanya merupakan bantuan dari berbagai pihak, termasuk Kadin Indonesia,” ujarnya.
Sebanyak 10 keluarga korban banjir bandang akan menerima manfaat dari program pembangunan huntap ini.
Hunian tetap akan dibangun di atas lahan seluas 2.000 meter persegi, dengan tipe rumah 36 plus yang dilengkapi dua kamar dan luas tanah 144 meter.
“Pihak kaum dari korban bencana banjir bandang telah menyiapkan lahan pembangunan huntap yang berlokasi sekitar 500 meter dari pinggir Sungai Batu Busuak,” jelas Buchari.
Kadin Sumbar menggandeng Pemerintah Kota Padang dan Universitas Andalas (Unand) dalam proses legal dan teknis pembangunan huntap.
Pembangunan huntap direncanakan mulai pada pertengahan Januari 2026 dan ditargetkan selesai pada pertengahan Maret, sebelum Hari Raya Idulfitri.
Proyek ini diperkirakan menyerap 50 hingga 100 tenaga kerja, dengan prioritas utama diberikan kepada warga lokal, terutama keluarga korban bencana.
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan layak huni, Kadin Sumbar melibatkan berbagai pihak dalam pengawasan dan evaluasi.
“Selain dengan kaum pemilik lahan, kami juga bekerja sama dengan Pemko Padang, Universitas Andalas, dan PT Semen Padang agar direncanakan dan diawasi bersama-sama,” kata Buchari.
Kadin Sumbar juga berencana membuat program pemulihan ekonomi korban bencana berbasis pertanian dan UMKM, bekerja sama dengan Unand dan pihak terkait lainnya.
Sebelumnya, Buchari Bachter telah mengunjungi unit contoh rumah tipe 36 plus yang menggunakan material Sepablock produksi PT Semen Padang, didampingi Kepala Dinas Perkim Kota Padang dan perwakilan PT Semen Padang pada Rabu (24/12).






