Padang – Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat, H.M. Jusuf Kalla, menyoroti tingginya angka penyakit di kalangan pengungsi bencana di tiga provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang disebabkan oleh lamanya mereka berada di tempat pengungsian. “Karena itu perlu secepatnya mereka para pengungsi itu dikembalikan ke rumahnya atau dicarikan hunian sementara yang lebih sehat,” ujar Kalla saat mengunjungi kawasan bencana Batu Busuak, Kota Padang, pada Sabtu, 20 Desember 2025.
Mantan Wakil Presiden RI ini menginstruksikan jajaran PMI di ketiga provinsi tersebut untuk mempercepat program kebersihan. Hal ini berarti aksi PMI kini harus difokuskan pada pembersihan rumah-rumah penduduk yang dipenuhi lumpur dan tidak layak huni. “Mereka masih berada di pengungsian karena rumah mereka penuh lumpur dan dapur mereka rusak binasa. Jadi kita mesti membersihkan rumah-rumah tersebut agar mereka bisa kembali ke rumah terhindar dari serangan berbagai penyakit,” jelas Kalla, didampingi oleh Ketua PMI Sumbar Aristo Munandar, Wakil Ketua PMI Pusat Sasongko Tedjo, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, Ketua PMI Padang Zulhardi Z. Latif, Ketua PMI Bukittinggi H. Chairunnas, dan Ketua PMI Pasaman Sabar AS.
Lebih lanjut, Kalla mengarahkan personel operasi Tanggap Darurat Bencana (TDB) PMI untuk memprioritaskan layanan Water, Sanitation, and Hygiene (WASH) dalam fase pemulihan di wilayah Sumatera Barat. Fokus utama operasi ini mencakup distribusi air bersih dan aksi pembersihan lingkungan secara masif. “Kita harus bergerak cepat melakukan pendataan dan pembersihan tempat ibadah, seperti gereja yang terdampak, agar umat Kristiani dapat melaksanakan ibadah Natal tahun 2025 dengan layak dan tenang. Dan masjid-masjid yang dipenuhi lumpur akibat banjir juga harus segera dibersihkan karena sebentar lagi bulan Ramadhan akan datang,” ungkap Kalla saat meninjau






