DPRD Sumbar Salurkan Pipa, Pulihkan Air Bersih Pascabencana Agam

oleh -285 Dilihat
kebutuhan-mendesak,-ketua-dprd-sumbar-bantu-pipa-air-bersih-di-sipinang-palembayan
Kebutuhan Mendesak, Ketua DPRD Sumbar Bantu Pipa Air Bersih di Sipinang Palembayan

Agam – Ratusan kepala keluarga di Nagari Sipinang, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, kini dapat bernapas lega setelah menerima bantuan pipa air bersih dari Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi. Bantuan ini diharapkan dapat memulihkan akses air bersih yang terputus akibat banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut.

Menurut Muhidi, penyaluran bantuan ini merupakan respons cepat terhadap kebutuhan mendesak warga. “Berdasarkan koordinasi dengan pihak nagari, masyarakat Sipinang sangat membutuhkan air bersih untuk kehidupan sehari-hari,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pascabencana, instalasi air mengalami kerusakan parah, sehingga diperlukan sistem darurat agar air dari sumber yang ada dapat kembali mengalir ke rumah-rumah warga.

Sebanyak 200 batang pipa disalurkan, disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat yang masih dalam masa tanggap darurat. Selain pipa air bersih, bantuan sembako juga diserahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga terdampak.

Wali Nagari Sipinang, Hendri Gunawan, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan. Ia menuturkan bahwa bantuan pipa air bersih tersebut sangat bermanfaat dan disambut antusias oleh masyarakat. “Secara psikologis, kondisi masyarakat mulai membaik,” ungkapnya. Pemasangan instalasi air bersih akan dilakukan secara gotong royong oleh warga.

Hendri menjelaskan bahwa dari 350 kepala keluarga di Nagari Sipinang, 135 KK terdampak banjir dan longsor, baik secara fisik maupun ekonomi. Meskipun banyak sawah dan kebun warga terendam banjir, ia tetap optimistis masyarakat dapat bangkit. Ia juga berharap adanya perhatian dari pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat untuk memperbaiki jaringan irigasi di Nagari Sipinang, karena jika tidak segera ditangani, lahan pertanian yang terendam berpotensi menjadi lahan terbengkalai.

Sekretaris Camat Palembayan, Harpian, menjelaskan bahwa bantuan logistik di Kecamatan Palembayan telah mencukupi untuk kebutuhan dua bulan ke depan. Fokus utama saat ini adalah pemulihan infrastruktur dan pendataan kerusakan lahan pertanian. “Proses pemulihan infrastruktur terus berjalan, sementara untuk kerusakan lahan pertanian masih dalam pendataan terkait luasannya,” katanya.

Harpian menambahkan, berdasarkan data hingga 7 Desember, jumlah korban di Kecamatan Palembayan tercatat 110 orang, dengan 59 orang di antaranya masih dalam pencarian. Untuk Nagari Sipinang sendiri, tercatat satu korban jiwa, sementara kerusakan terparah terjadi di Nagari Salareh Air.

Meskipun bantuan telah merata di Kecamatan Palembayan, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih belum menentu. “Secara ekonomi, kondisi masyarakat memang lumpuh, namun sebagian warga yang berprofesi sebagai petani sudah mulai kembali beraktivitas,” tutupnya. Warga yang tidak terdampak langsung telah beraktivitas normal, sementara masyarakat yang terdampak langsung, khususnya di Nagari Salareh Air, masih membutuhkan uluran bantuan.