Padang Tangani 3.327 Ton Sampah Bencana, Target Sembilan Hari

oleh -206 Dilihat
dlh-padang-targetkan-pembersihan-3.327-ton-sampah-pasca-bencana-tuntas-dalam-9-hari
DLH Padang Targetkan Pembersihan 3.327 Ton Sampah Pasca Bencana Tuntas Dalam 9 Hari

Padang – Pemerintah Kota Padang menargetkan penanganan sampah pasca bencana selesai dalam sembilan hari dengan strategi pemilahan dan pemanfaatan material. Bencana alam yang melanda kota ini menghasilkan 3.327 ton sampah, termasuk sampah dari permukiman terdampak dan kayu gelondongan yang terbawa arus sungai.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang telah memulai upaya pembersihan dengan fokus pada pengurangan volume sampah yang harus dibawa ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). “Kami berupaya agar tidak semua sampah kayu ini masuk ke TPA,” ujar Kepala DLH Kota Padang, Fadelan Fitra Masta, Minggu (30/11/2025), menekankan pentingnya pemanfaatan kembali material.

Sejak awal pemulihan, petugas LPS dan Bank Sampah menerapkan pemilahan di lokasi untuk mengimplementasikan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle). Langkah ini bertujuan mengurangi beban armada pengangkut sampah dan mempercepat normalisasi layanan.

Kayu gelondongan menjadi komponen terbesar dari total sampah, diperkirakan mencapai 1.100 ton. DLH memperkirakan bahwa kurang dari separuh volume tersebut yang perlu diangkut ke TPA. Masyarakat pesisir aktif mengumpulkan dan memanfaatkan kayu, termasuk pelaku usaha kecil yang menggunakannya sebagai bahan bakar.

DLH berencana menyalurkan sebagian besar kayu ke PT Semen Padang sebagai bahan bakar alternatif. “Selain dimanfaatkan oleh masyarakat, sebagian besar akan kami salurkan ke PT Semen Padang sebagai bahan bakar alternatif,” kata Fadelan.

Dengan mengoptimalkan pemanfaatan ulang material, DLH meyakini target penuntasan dalam sembilan hari dapat tercapai. Mobilisasi armada terus ditingkatkan, dan pembagian zona penanganan memastikan setiap area terdampak ditangani secara terstruktur dan tepat waktu.

DLH menegaskan bahwa seluruh langkah ini dilakukan untuk memastikan pemulihan Kota Padang berlangsung cepat dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam pengelolaan sampah.