Padang – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menyoroti kebutuhan mendesak para pengungsi korban banjir bandang di Kecamatan Pauh. Ketua DPRD Sumbar, Muhidi, melakukan kunjungan ke Posko pengungsian di SDN 02 Cupak Tangah pada Minggu (30/11/2025), untuk memastikan ketersediaan logistik dan fasilitas yang memadai bagi para korban.
Dalam kunjungannya, Muhidi menekankan pentingnya perhatian khusus terhadap anak-anak yang menjadi korban banjir bandang. “Masyarakat Kecamatan Pauh yang terdampak parah dan kehilangan tempat tinggal dapat memanfaatkan lokasi ini sebagai hunian sementara sambil menunggu solusi dari pemerintah daerah,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa dari sekitar 220 pengungsi di SDN 02 Cupak Tangah, puluhan di antaranya adalah anak-anak yang memerlukan perhatian khusus.
Selain meninjau kondisi pengungsi, Muhidi juga menyerahkan bantuan berupa sarapan pagi dan paket Sembako. Ia mendorong petugas Posko untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar kebutuhan pengungsi dapat terpenuhi secara maksimal. “Koordinasi yang baik merupakan kunci percepatan penanganan pada masa tanggap darurat,” tegasnya.
Sementara itu, penanggung jawab Posko, Edward, melaporkan bahwa kondisi kesehatan seluruh pengungsi, termasuk anak-anak, dalam keadaan baik. “Petugas kesehatan juga bersiaga 24 jam untuk memastikan setiap pengungsi yang sakit dapat segera ditangani,” jelasnya.
Edward juga menyampaikan bahwa kebutuhan makanan pengungsi sejauh ini terpenuhi dengan baik. Ia menjelaskan bahwa jumlah pengungsi telah berkurang dari 350 orang karena sebagian mahasiswa telah kembali ke tempat tinggal masing-masing. Posko SDN 02 Cupak Tangah, menurutnya, berfungsi sebagai pusat pendistribusian bantuan dan berjalan tanpa hambatan, termasuk dalam penyaluran logistik ke wilayah terdampak paling parah seperti Batu Busuk.
Edward juga menyampaikan apresiasi atas respons cepat dan kepedulian yang ditunjukkan oleh Ketua DPRD Sumbar terhadap masyarakat yang terdampak banjir bandang.






