Padang – Bandara Internasional Minangkabau (BIM) mencatat lonjakan signifikan dalam pergerakan penumpang, mencapai 6.640 orang pada 23 November 2025, meskipun terjadi gangguan operasional berupa penundaan dan pembatalan penerbangan. Data menunjukkan kedatangan mencapai 3.118 penumpang dan keberangkatan 3.195 penumpang.
Secara keseluruhan, operasional bandara mencatatkan 45 pergerakan pesawat, terdiri dari 23 kedatangan dan 22 keberangkatan, termasuk empat penerbangan tambahan. BIM, dengan kode WIEE/PDG, mengoperasikan 14 tempat parkir pesawat, 26 konter check-in, dan empat kios check-in mandiri.
Kapasitas terminal bandara mencapai 2,7 juta penumpang per tahun, atau sekitar 7.500 penumpang per hari. Realisasi pada tahun 2024 menunjukkan 2,4 juta penumpang dengan rata-rata 2.955 penumpang per hari. Untuk perencanaan slot, BIM menetapkan 51 pergerakan, terdiri dari 27 kedatangan dan 24 keberangkatan.
Rute internasional yang dilayani BIM adalah Kuala Lumpur (KUL), sementara rute domestik mencakup Jakarta (CGK dan HLP), Medan (KNO), Batam (BTH), Pekanbaru (PKU), Bengkulu (RKI), dan Palembang (LSE). Data aktual menunjukkan 15 penerbangan domestik dan 6 penerbangan internasional tiba, sementara 14 penerbangan domestik dan 6 penerbangan internasional berangkat.
Tingkat keterisian kursi (load factor) menunjukkan tren positif. Pada kedatangan domestik mencapai 74,04%, sedangkan internasional 87,42%. Pada keberangkatan, load factor domestik berada pada 82,03%, sedangkan internasional 87,26%.
Meskipun demikian, terdapat empat penerbangan kedatangan dan tiga keberangkatan yang dibatalkan. Selain itu, delapan penerbangan kedatangan dan delapan keberangkatan mengalami keterlambatan, sehingga On-Time Performance (OTP) tercatat 54,44%.
Branch Communication & CSR BIM, Feni Lindriany, menjelaskan bahwa operasional bandara secara umum berjalan normal. “Sejauh ini penerbangan masih normal,” ujarnya. Ia menambahkan, “Hanya ada penerbangan divert hari Minggu kemarin sebanyak dua flight ke Pekanbaru, pesawat berasal dari Jakarta.”
Feni juga menegaskan bahwa kondisi operasional bandara aman dan beberapa penerbangan mengalami perpanjangan waktu karena alasan operasional, bukan karena faktor cuaca. “Sejauh ini kondisi operasional bandara aman, dan ada beberapa penerbangan yang extend karena operasional, bukan faktor cuaca,” jelasnya.
BIM juga menerima permintaan perpanjangan operasional dari Pelita Air untuk rute IP356-IP357 hingga pukul 21.30 LT, serta dari Super Air Jet untuk IU863, IU903, dan IU905 hingga pukul 22.00 LT. Rata-rata waktu turnaround pesawat di bandara tercatat 45 menit.






