Panggilan Insan Jurnalis, PWI Dukung Kejagung Melawan Serangan Balik Koruptor

oleh -156 Dilihat
panggilan-insan-jurnalis,-pwi-dukung-kejagung-melawan-serangan-balik-koruptor
Panggilan Insan Jurnalis, PWI Dukung Kejagung Melawan Serangan Balik Koruptor

Jakarta – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menyatakan dukungan penuh kepada Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam menghadapi potensi serangan balik dari pihak-pihak yang terlibat dalam kasus korupsi. Dukungan ini diwujudkan melalui berbagai upaya, termasuk pemberitaan yang konstruktif dan penangkalan disinformasi.

Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menegaskan bahwa dukungan ini merupakan bentuk komitmen PWI terhadap pemberantasan korupsi di Indonesia. “Di balik pengungkapan dan keberhasilan Kejaksaan Agung mengusut kasus mega korupsi seperti di Pertamina, PT Timah Tbk di Bangka Belitung, dan lainnya, tentu akan membawa penolakan atau bahkan resistensi dari para koruptor. Kami nyatakan dengan tegas, kami mendukung upaya-upaya aparat Kejagung di pusat dan di daerah untuk tetap terus bekerja dalam mengungkap kasus-kasus korupsi, khususnya kasus mega korupsi,” ujarnya pada Senin (17/11/2025).

Dukungan tersebut, menurut Munir, telah disampaikan langsung kepada Jaksa Agung ST Burhanuddin beserta jajarannya dalam audiensi di Gedung Kejagung pada 13 November 2025. “Kita beri support moral kepada jajaran Kejaksaan dalam bentuk pemberitaan-pemberitaan agar tidak gentar terhadap serangan balik dari koruptor,” imbuhnya.

Munir juga menyoroti potensi penggunaan media sosial dan media massa untuk menyebarkan narasi yang menyesatkan atau disinformasi oleh pihak-pihak yang ingin melemahkan upaya pemberantasan korupsi. Untuk mengantisipasi hal ini, PWI memiliki Satgas Anti Hoax yang bertugas mengklarifikasi informasi dan melawan hoaks melalui berbagai kanal media. “Di PWI kami memiliki satgas khusus antihoax yang di dalamnya bertugas mengklarifikasi langsung maupun tidak langsung melalui kanal-kanal media melalui wartawan yang tergabung di PWI. Sehingga narasi-narasi hoaks tadi bisa diimbangi antihoaks,” jelasnya.

Lebih lanjut, Munir menekankan bahwa korupsi merupakan pekerjaan rumah terbesar bangsa dan kunci keberhasilan suatu daerah terletak pada kemampuannya memberantas korupsi.

Direktur Satgas Anti Hoax PWI, Insan Kamil, menambahkan bahwa dalam pertemuan dengan Jaksa Agung, dibahas pula berbagai cara yang dilakukan oleh koruptor untuk melemahkan Kejagung dalam penegakan hukum. “Serangan balik yang dilakukan beragam mulai dari upaya penyuapan, ancaman, teror, bahkan yang dilakukan saat ini dengan fitnah (narasi hoax) di berbagai platfom media sosial,” ungkapnya.

Sesuai dengan komitmen PWI, Kamil menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendukung dan mengawal kasus-kasus mega korupsi yang ditangani oleh Kejagung. “Kasus mega korupsi ini menyangkut hajat hidup orang banyak dan dalam rangka menyelamatkan uang Negara, maka PWI mengawal agar jauh dari praktek KKN dalam penanganannya,” tegasnya.

Kamil juga menyampaikan bahwa PWI terus menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga dalam rangka penguatan kolaborasi, khususnya dalam program edukasi dan literasi untuk memberikan masukan kepada Kejagung dalam menangkal narasi hoaks di media sosial. “Karena ranahnya di jagat media sosial yang berupaya mempengaruhi opini masyarakat maka lewat media sosial kejaksaan agung pulalah serangan serangan tersebut dilawan,” pungkasnya.