Bawaslu Padang Perkuat Pengawasan Data Pemilih

oleh -134 Dilihat
bawaslu-padang-perkuat-pengawasan-data-pemilih
Bawaslu Padang Perkuat Pengawasan Data Pemilih

Padang – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Padang fokus pada penguatan pengawasan data pemilih menjelang Pemilu mendatang. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan penguatan kelembagaan yang dilaksanakan pada hari Selasa (16/9) di kantor Bawaslu Kota Padang, Komplek Pondok Indah Pratama, Padang Timur. Kegiatan ini secara khusus membahas tahapan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB).

Ketua Bawaslu Kota Padang, Eris Nanda, menekankan pentingnya kegiatan ini dalam meminimalisir permasalahan Daftar Pemilih Tetap (DPT). “Persoalan DPT selalu muncul,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa Bawaslu berharap kegiatan ini dapat “meminimalisir bahkan menghilangkan masalah tersebut di masa mendatang.”

Kegiatan ini melibatkan berbagai instansi terkait, termasuk Dinas Pendidikan dan Catatan Sipil, Lapas Kelas IIA, Rutan Kelas IIB, Dinas Lingkungan Hidup, Polresta Padang, KPU Kota Padang, dan Kodim 0312 Padang.

Komisioner Bawaslu Provinsi Sumatera Barat Divisi Pencegahan, Parmas, dan Humas, Muhammad Khadafi, menyoroti temuan pelanggaran pada Pemilu 2024, termasuk dugaan pemilih yang mencoblos dua kali di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang berbeda di Kabupaten Sijunjung dan Dharmasraya. “Kami menemukan pelanggaran serius. Pemilih mencoblos dua kali. Ini jelas melanggar asas langsung dan rahasia dalam pemilu,” tegasnya.

Kasus tersebut, menurut Khadafi, telah memasuki tahap penyidikan oleh Sentra Gakkumdu. Pelaku pelanggaran terancam hukuman penjara hingga sembilan tahun dan denda maksimal Rp108 juta sesuai Pasal 178B Undang-Undang Pilkada.

Lebih lanjut, Khadafi menjelaskan bahwa lemahnya verifikasi identitas, potensi data ganda dalam DPT, serta minimnya edukasi pemilih menjadi faktor utama penyebab pelanggaran tersebut. Bawaslu Sumbar telah merekomendasikan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di dua TPS sebagai langkah korektif.

“Kami tidak hanya fokus pada penindakan, tapi juga pencegahan,” kata Khadafi. Ia menambahkan bahwa edukasi pemilih harus diperkuat agar masyarakat memahami bahwa “satu suara adalah hak, bukan bisa digandakan.”

Bawaslu Kota Padang berharap kegiatan ini dapat meningkatkan sinergi antarinstansi dan meningkatkan kualitas pengawasan data pemilih dalam persiapan menuju Pemilu mendatang.