Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) terus berupaya mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis digital. Hal ini dibuktikan dengan dukungan terhadap program PLUZI Academy yang dinilai selaras dengan visi pembangunan daerah.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia atas dukungan penuh terhadap program tersebut. Ia meyakini bahwa PLUZI Academy dapat meningkatkan pendapatan UMKM secara signifikan, berkisar antara 20% hingga 40%, melalui peningkatan omzet penjualan. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja.
“Pemerintah Sumbar terus berkomitmen untuk mendukung tumbuhnya ekosistem kewirausahaan, ekonomi kreatif dan UMKM berbasis digital,” ujar Mahyeldi saat menghadiri wisuda PLUZI Academy Batch III, IV dan peluncuran PLUZI Academy Batch V di The ZHM Premiere Padang, Minggu (14/9/2025).
PLUZI Academy, menurut Mahyeldi, telah membuktikan diri sebagai wadah penting dalam mencetak generasi muda yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing. Ia berharap peserta PLUZI Academy Batch V dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. “Jangan sekadar menjadi penonton, tetapi jadilah pelaku yang berani mengambil risiko, berinovasi, dan terus belajar,” tegasnya.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas UMKM agar dapat naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas. Selain itu, PLUZI Academy juga berupaya mencetak wirausaha unggul dan berdaya saing di Sumbar, serta membekali peserta dengan ilmu kewirausahaan yang komprehensif, terutama di bidang pemasaran.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumbar, Endrizal, menjelaskan bahwa PLUZI Academy hadir sebagai upaya meningkatkan kapasitas para pelaku UMKM Sumbar secara komprehensif dan terpadu, khususnya di bidang pemasaran dan digitalisasi.
Endrizal menambahkan, di era transformasi digital yang terus berkembang, banyak pelaku koperasi dan UMKM di Sumbar menghadapi sejumlah permasalahan yang perlu diatasi agar dapat beradaptasi dan bersaing di pasar yang semakin kompleks. “Berbagai cara perlu dilakukan untuk mendorong koperasi dan UMKM bisa lebih cepat dalam pemanfaatan teknologi,” katanya. Program ini diselenggarakan selama tiga bulan melalui daring dan tatap muka.
Menurut Endrizal, PLUZI Academy merupakan satu-satunya sekolah UMKM di Sumbar yang memiliki banyak peminat. Program pembelajaran ini dapat diakses secara gratis oleh para UMKM Sumbar. Ia berharap pihak perbankan dapat membina lebih lanjut para peserta, agar mereka dapat menjadi eksportir terbaik di masa depan.
Acara wisuda tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, termasuk Ketua DPRD Sumbar, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumbar, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Prov. Sumbar, Rektor UNP, Rektor Unand, serta perwakilan dari berbagai dinas dan organisasi terkait.






