Minangkabau Geopark Run 2025: Jakarta Gelar Pre Event

oleh -193 Dilihat
mgr-membuktikan-asyiknya-berlari-di-tanah-minang,-minggu-gelar-pre-event-di-jakarta
MGR Membuktikan Asyiknya Berlari di Tanah Minang, Minggu Gelar Pre Event di Jakarta

Jakarta – Antusiasme masyarakat terhadap Minangkabau Geopark Run (MGR) 2025 membludak, memaksa panitia mempertimbangkan penambahan slot peserta. Acara pre-event yang digelar di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, menunjukkan tingginya minat pelari terhadap ajang tersebut.

Yv Tri Saputra, founders MGR, mengungkapkan bahwa pendaftaran sebenarnya akan ditutup pada 15 September. “Tanggal 15 September pendaftaran ditutup, karena slot 2.500 peserta MGR sudah tercapai,” ujarnya usai pre-event MGR 2025. Namun, ia menambahkan bahwa panitia bidang pendaftaran tengah mempertimbangkan perpanjangan waktu pendaftaran. “Panitia bidang pendaftaran minta tambah slot dan perpanjangan waktu pendaftaran, karena ratusan peserta masih antri untuk daftar,” jelasnya.

Ledakan jumlah peserta MGR 2025, menurut Yv Tri Saputra, tak lepas dari daya tarik berlari di Ranah Minang. Ia menjelaskan bahwa MGR bukan sekadar maraton biasa. “MGR 2025 tidak sekedar maraton, MGR beda dengan lomba maraton lain. MGR perpaduan family running, sport running, tourism running, juga buying running,” paparnya.

Hendra, seorang penggemar lari yang telah dua kali mengikuti MGR, mengakui bahwa kontinuitas acara menjadi daya tarik utama. “Gelaran MGR itu setiap tahun, ini pemantik peserta menjadikan MGR sebagai agenda tahunan mereka,” ungkapnya. Ia juga menyoroti partisipasi peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan mancanegara. “Hebatnya peserta datang dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan dari negara Eropah dan Asia,” imbuhnya.

Selain itu, MGR menawarkan rute yang menggabungkan olahraga, budaya, dan destinasi wisata. Yv Tri Saputra menjelaskan bahwa Ranah Minang kaya akan budaya dan destinasi yang tersebar di seluruh kota dan kabupaten, yang terbingkai oleh geopark. “Ranah minang kuat dengan budaya dan banyak destinasi, semua itu menyebar di seluruh kota kabupaten yang dibingkai oleh geopark, bahkan ada yang telah menjadi warisan nasioal dan warisan dunia,” jelasnya.

MGR 2025 akan dimulai di Bukittinggi, yang terkenal dengan Jam Gadang, dan berlanjut menuju Ngarai Sianok. Rute lainnya termasuk Koto Gadang di Kabupaten Agam, yang dikenal dengan kerajinan peraknya.

Yv Tri Saputra menekankan bahwa MGR adalah acara yang diinisiasi dan dibiayai oleh pihak swasta, dengan dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Pemerintah Kota Bukittinggi, dan Badan Pengelola Geopark Sianok-Maninjau sebagai tuan rumah. Ia juga menegaskan bahwa MGR 2025 berbeda dengan acara pemerintah seperti Tour De Singkarak, yang mengandalkan APBN dan APBD untuk pembiayaan utama.