Wako Fadly Percepat Pengerukan Bendungan Gunung Nago Atasi Banjir

oleh -140 Dilihat
wako-fadly-amran-tinjau-pengerukan-bendungan-gunung-nago
Wako Fadly Amran Tinjau Pengerukan Bendungan Gunung Nago

Padang – Pemerintah Kota Padang bergerak cepat mengatasi kekeringan yang melanda wilayahnya. Wali Kota Padang, Fadly Amran, meninjau langsung proses pengerukan sedimen di Bendungan Gunung Nago, Kecamatan Pauh, Senin (26/1/2026).

Bendungan ini mengalami pendangkalan dan kerusakan akibat bencana hidrometeorologi yang menerjang Kota Padang pada November 2025 lalu.

Fadly Amran menegaskan, peninjauan ini merupakan bagian dari upaya percepatan penanganan dampak kekeringan yang dirasakan masyarakat.

“Kita ingin persoalan kekeringan ini segera teratasi,” ujar Fadly Amran.

Pengerjaan tanggap darurat dilakukan bersama pemerintah provinsi dan balai terkait, agar distribusi air kembali normal.

Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Tri Hadiyanto, menjelaskan bahwa saluran irigasi Gunung Nago merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Saluran ini termasuk dalam Daerah Irigasi Gunung Nago dengan luas sekitar 2.800 hektar.

Penanganan perbaikan Gunung Nago dilakukan secara kolaboratif antara Pemerintah Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat, serta Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V dan unsur teknis terkait.

“Untuk saluran irigasi sebelah kanan, BWS V membantu dua unit pompa berkapasitas masing-masing 250 liter per detik yang memompa air langsung dari sungai ke saluran irigasi,” jelas Tri Hadiyanto.

Sementara itu, saluran sebelah kiri sedang dilakukan pembersihan sedimen secara gotong royong.

Tri menambahkan, salah satu penyebab kekeringan adalah menurunnya tinggi muka air tanah sehingga banyak sumur dangkal milik warga mengering.

Dengan dialirkannya air ke saluran irigasi, diharapkan cadangan air tanah kembali terisi dan sumur masyarakat dapat berfungsi normal.

Saat ini, BWS Sumatera V tengah membuat intake sementara agar air dapat mengalir ke saluran irigasi Gunung Nago.

“Kita berharap dalam satu hingga dua hari ke depan, saluran sudah dapat dialiri air sehingga dapat mengatasi kekeringan di Kecamatan Pauh dan Kuranji,” pungkasnya.