Padang – Bantuan kemanusiaan terus mengalir bagi korban banjir bandang dan longsor di Sumatera Barat, dengan fokus utama pada Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, yang mengalami dampak terparah. Organisasi masyarakat (ormas) Tani Merdeka Indonesia DPW Sumbar turut serta dalam upaya meringankan beban para korban.
Pada Kamis (4/12/2025), Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Sumbar, Dian Anggraini Oktavia, menyampaikan bahwa respons cepat terhadap bencana ini merupakan wujud kepedulian terhadap masyarakat, khususnya petani dan nelayan yang menjadi fokus utama organisasi. “Ormas yang berfokus pada kesejahteraan petani dan nelayan serta mendukung program ketahanan pangan nasional, yang dikomandoi Don Muzakir (Ketua DPP Tani Merdeka Indonesia -red) di Sumatera Barat dalam merespon bencana banjir bandang memberikan perhatian kepada masyarakat Kecamatan Palembayan karena angka korban meninggal dunia tertinggi di kecamatan itu,” ujarnya.
Menurut data yang dihimpun, Kecamatan Palembayan mencatat jumlah korban meninggal dunia tertinggi di Kabupaten Agam. “Dari data yang kami dapat korban banjir yang meninggal di Kabupaten Agam 130 Orang di Agam, 106 diantaranya berasal dari Kecamatan Palembayan,” ungkapnya. Selain itu, puluhan warga masih dinyatakan hilang. “Ia menambahkan, selain korban meninggal juga terdapat warga Kabupaten Agam yang belum ditemukan sebanyak 71 orang, sebanyak 61 orang juga berasal dari Kecamatan Palembayan.”
Dampak banjir bandang juga menyebabkan ribuan warga mengungsi. “Sementara itu, jumlah pengungsi juga terus bertambah. Lebih dari 6.300 warga saat ini terpaksa meninggalkan rumah akibat rusaknya pemukiman dan infrastruktur.”
Sebagai bentuk solidaritas, Tani Merdeka Indonesia DPW Sumbar telah menyalurkan bantuan senilai Rp10 juta dalam bentuk barang kebutuhan pokok. Bantuan tersebut disalurkan melalui mahasiswa Universitas Bung Hatta yang juga terdampak banjir. “Bersama Ormas Tani Merdeka Indonesia Provinsi Sumbar, kami telah mengantarkan bantuan seharga Rp10 juta dalam bentuk barang dan belanja ke Palembayan melalui mahasiswa Universitas Bung Hatta yang terkena dampak banjir,” jelasnya.
Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat tani di Kabupaten Agam yang tengah berjuang memulihkan diri dari dampak bencana. “Dia menegaskan, kegiatan itu menjadi inisiatif dan momentum untuk kepedulian kepada masyarakat tani di Kabupaten Agam.”






