Sumbawa Barat – Banjir bandang menerjang Kabupaten Sumbawa Barat dan Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (7/1), menyebabkan kerusakan rumah dan mengganggu aktivitas warga. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, peristiwa ini merupakan bagian dari rangkaian bencana hidrometeorologi di Indonesia.
Di Sumbawa Barat, hujan deras memicu banjir di Desa Tongo, Kecamatan Sekongkang.
Sebanyak 15 kepala keluarga (60 jiwa) terdampak, dan 15 rumah terendam air.
BPBD Sumbawa Barat telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk melakukan penanganan darurat.
Saat ini, banjir di Sumbawa Barat telah surut dan warga mulai membersihkan lingkungan.
Sementara itu, di Kabupaten Dompu, hujan deras disertai petir dan angin kencang menyebabkan banjir di tiga kecamatan: Hu’u, Kilo, dan Pajo.
Desa Rasabou dan Cempi Jaya di Kecamatan Hu’u mengalami dampak terparah.
Di Desa Rasabou, 31 kepala keluarga terdampak, dengan ketinggian air mencapai 50-80 sentimeter. Dua rumah dilaporkan rusak akibat tembok roboh.
Di Desa Cempi Jaya, 51 rumah terendam dan tiga rumah mengalami kerusakan tembok.
Kejadian tragis terjadi ketika pagar kuburan roboh dan satu jenazah yang telah dimakamkan 25 hari sebelumnya terseret banjir. Jenazah tersebut telah dimakamkan kembali.
Dusun Sigi mencatat 27 rumah terendam, sementara di Desa Daha, Dusun Sandang Pangan, lima kepala keluarga terdampak, dengan ketinggian air 30-50 sentimeter. Satu kios juga mengalami kerusakan akibat jebol.






