Sumbar Fokus Mitigasi Bencana, Dorong Kesiapan Masyarakat

oleh -633 Dilihat

Padang – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi menegaskan bahwa pihaknya terus mengintensifkan upaya mitigasi bencana untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mengurangi dampak yang ditimbulkan.

“Kita tidak bisa memprediksi kapan bencana terjadi, yang bisa kita lakukan adalah berupaya mengurangi risikonya,” ujar Mahyeldi, Kamis (12/9/2024).

Mahyeldi menekankan pentingnya kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana, termasuk menghindari kepanikan dan mengetahui tindakan yang tepat. “Informasi tersebut telah dipublikasikan sejak lama. Masyarakat tidak perlu berlebihan menyikapinya, tetapi fokus pada peningkatan kesiapsiagaan,” imbuhnya.

Selain gempa dan tsunami, Sumbar juga rentan terhadap berbagai jenis bencana lainnya, seperti angin kencang, longsor, banjir, kebakaran hutan dan lahan, serta abrasi pantai. “Peta bencana menjadi penting untuk dimiliki setiap daerah agar dapat fokus pada mitigasi sesuai potensi bencana yang sering terjadi,” jelas Mahyeldi.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Sumbar Rudy Rinaldy menjelaskan bahwa energi gempa megathrust Mentawai masih terkunci. BPBD terus mematangkan langkah kesiapsiagaan dan mitigasi, termasuk pemasangan 42 unit Early Warning System (EWS) di enam kabupaten/kota pesisir.

“Kami juga tengah mempersiapkan pengadaan 300 EWS inklusi di seluruh kabupaten/kota,” kata Rudy.

BPBD Sumbar juga mendorong sosialisasi dan gladi kesiapsiagaan serta mengimbau masyarakat menyiapkan diri menghadapi bencana, termasuk pengetahuan terkait kebencanaan dan peralatan kegawatdaruratan. “Latihan atau simulasi bencana harus menjadi budaya dan pelajaran seumur hidup, karena Sumbar adalah daerah rawan bencana,” tegas Rudy.