SMSI dan ABPEDNAS Kawal Jaga Desa dan MBG

oleh -30 Dilihat
smsi-dan-abpednas-sepakat-kawal-program-jaga-desa-dan-jaga-mbg-melalui-kolaborasi-informasi-dan-pengawasan-digital
SMSI dan ABPEDNAS Sepakat Kawal Program Jaga Desa dan Jaga MBG Melalui Kolaborasi Informasi dan Pengawasan Digital

Jakarta – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) sepakat memperkuat kerja sama untuk mendukung keberhasilan program Jaga Desa (Jaksa Garda Desa) dan Jaga MBG (Jaksa Garda Makan Bergizi Gratis). Kolaborasi itu akan difokuskan pada pengawasan, publikasi, dan penyebaran informasi berbasis digital.

Kesepakatan tersebut dibahas dalam audiensi pengurus pusat SMSI dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ABPEDNAS di Kantor Pusat ABPEDNAS, Jalan Gudang Peluru Raya No. 29, Jakarta Selatan, Selasa sore, 20 Mei 2026.

Ketua Umum SMSI Firdaus mengatakan, kerja sama itu menjadi langkah strategis untuk memperkuat pengawasan pembangunan desa sekaligus mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini menjadi perhatian nasional.

Melalui jaringan media siber anggota SMSI yang tersebar di berbagai daerah, pihaknya siap membantu menyebarluaskan informasi yang positif, edukatif, dan berkelanjutan terkait pelaksanaan program Jaga Desa dan Jaga MBG.

“SMSI siap mendukung publikasi dan penguatan informasi positif mengenai program Jaga Desa dan Jaga MBG agar masyarakat memahami manfaat program tersebut serta ikut mengawasi pelaksanaannya secara konstruktif,” kata Firdaus.

Dalam kerja sama itu, ABPEDNAS juga akan mengoptimalkan aplikasi dan situs web organisasi sebagai sarana pelaporan masyarakat terkait pengaduan, temuan, maupun kendala di lapangan. Sistem digital ini diharapkan mempermudah pelaporan sekaligus mempercepat tindak lanjut penyelesaian persoalan tanpa menghambat jalannya program desa maupun MBG.

Ketua Dewan Pengawas ABPEDNAS Prof. Dr. Reda Manthovani mengatakan, penguatan pengawasan berbasis teknologi dan kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting untuk memastikan program pemerintah berjalan efektif, transparan, dan tepat sasaran.

“Melalui sinergi ini, setiap pengaduan atau temuan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti secara cepat dan profesional. Tujuannya bukan mencari kesalahan, tetapi memastikan program berjalan baik demi kepentingan masyarakat,” ujar Reda yang juga menjabat Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM Intel).

Ia menegaskan, program Jaga Desa dan Jaga MBG merupakan bentuk penguatan pengawasan partisipatif yang melibatkan masyarakat, pemerintah desa, dan lembaga terkait agar pembangunan desa serta program makan bergizi gratis dapat berjalan optimal.

Sekretaris Jenderal ABPEDNAS Adhitya Yusma Perdana menambahkan, kerja sama dengan SMSI diharapkan dapat membangun ekosistem informasi yang sehat dan produktif, terutama dalam mendukung pembangunan desa dan program sosial pemerintah.

“Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa program MBG dan pembangunan desa terus dikawal bersama. Jika ada kendala atau temuan di lapangan, masyarakat bisa menyampaikan melalui sistem yang tersedia sehingga penyelesaiannya dapat dilakukan cepat dan tepat,” kata Adhitya.

Menurut dia, keterlibatan media menjadi faktor penting dalam menciptakan transparansi sekaligus meningkatkan partisipasi publik dalam pengawasan program pemerintah.

Audiensi kedua organisasi itu ditutup dengan komitmen bersama untuk menindaklanjuti kerja sama secara konkret di tingkat pusat hingga daerah, termasuk melibatkan pengurus ABPEDNAS dan jaringan media anggota SMSI di seluruh Indonesia.