Sinkhole Limapuluh Kota Menganga, Pakar UGM Ungkap Penyebab!

oleh -288 Dilihat
sinkhole-di-limapuluh-kota,-ini-kata-pakar-geologi-ugm
Sinkhole di Limapuluh Kota, Ini Kata Pakar Geologi UGM

Padang – Warga Jorong Tepi, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, digegerkan dengan munculnya lubang raksasa atau sinkhole di area persawahan. Fenomena ini memicu kekhawatiran akan keselamatan warga dan kelestarian lingkungan.

Lubang dengan diameter lebih dari 10 meter ini muncul secara tiba-tiba pada Jumat (4/1). Potensi perluasan dan pendalaman lubang menjadi ancaman serius.

Dosen Teknik Geologi Fakultas Teknik UGM, Prof. Dr. Eng. Ir. Wahyu Wilopo, menjelaskan bahwa sinkhole ini terbentuk akibat kombinasi faktor geologis.

Pelarutan batu gamping, erosi material lapuk, dan curah hujan ekstrem menjadi penyebab utama. Siklon Senyar pada akhir November 2025 lalu memperparah kondisi.

“Kawasan Sumatera Barat didominasi batuan gamping. Adanya siklon Senyar memicu curah hujan tinggi sehingga memicu terjadinya sinkhole,” ujar Wahyu, Rabu (7/1).

Wahyu menambahkan, fenomena ini lazim terjadi di kawasan karst, tanah berongga, atau area dengan aktivitas manusia yang mempercepat pelarutan dan erosi.

Air hujan melarutkan batuan karst, membentuk rongga di bawah tanah. Tanah berongga dan material vulkanik lapuk juga rentan terhadap sinkhole.

Eksploitasi air tanah berlebihan turut menjadi faktor pemicu.

Kemunculan sinkhole ini mengancam ekosistem flora dan fauna. Lubang berpotensi menjadi jalur masuk limbah dan mencemari air melalui sungai bawah tanah.

“Karakter sinkhole yang dapat muncul tanpa peringatan menjadi ancaman serius bagi keselamatan jiwa,” tegas Wahyu.

Kerusakan infrastruktur akibat sinkhole dapat mengganggu aktivitas ekonomi lokal dan memicu trauma masyarakat.

Penanganan sinkhole membutuhkan pendekatan komprehensif. Pengelolaan air yang baik, penguatan struktur tanah, dan pelibatan masyarakat menjadi kunci utama.

Survei geologi dan geofisika perlu dilakukan setelah evakuasi warga. Stabilisasi tanah dapat dilakukan dengan pengisian material padat atau teknik grouting.

Perbaikan drainase dan rekayasa struktur penguatan pondasi juga penting.

Wahyu mengakui bahwa sinkhole sulit dicegah sepenuhnya. Namun, dampaknya dapat diminimalkan dengan mengenali tanda-tanda awal, seperti retakan tanah dan perubahan aliran air.

“Pemerintah perlu melakukan survei geologi dan pemetaan kawasan rawan sinkhole. Masyarakat juga perlu aktif melaporkan kecurigaan. Edukasi bersama sangat penting,” pungkas Wahyu.