Rahmat Saleh Ajak Sekolah Lahirkan Regenerasi Petani

oleh -161 Dilihat
rahmat-saleh-dorong-regenerasi-perani-hadir-dari-bangku-sekolah
Rahmat Saleh Dorong Regenerasi Perani Hadir dari Bangku Sekolah

Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Saleh, menekankan pentingnya pengenalan dunia pertanian sejak dini di kalangan pelajar sebagai upaya menciptakan generasi petani muda. Menurutnya, langkah ini krusial dalam mewujudkan ketahanan pangan jangka panjang.

Rahmat menyatakan bahwa regenerasi petani harus dimulai dari lingkungan pendidikan, tidak hanya melalui pelatihan teknis lapangan. “Anak-anak sekolah dan mahasiswa perlu diperkenalkan bahwa pertanian bukan sekadar cangkul dan tanah, tapi juga ilmu, teknologi, dan peluang usaha,” ujarnya di Jakarta, Senin (7/7/2025). Ia menambahkan, “Ini soal bagaimana kita membangun persepsi yang tepat sejak dini.”

Menurut Rahmat, pertanian modern membutuhkan generasi muda yang memahami proses secara komprehensif, dari hulu hingga hilir. Ia menyarankan agar sekolah, termasuk perguruan tinggi di Sumatera Barat, mengembangkan pendekatan pembelajaran yang kontekstual dengan kondisi pangan dan pertanian daerah. “Bukan sekadar teori di kelas, tapi pengalaman langsung, seperti melalui proyek, kunjungan lapangan, atau kemitraan dengan petani,” katanya. Ia meyakini bahwa dunia pendidikan dapat menjadi pintu gerbang awal dalam membentuk petani muda yang tangguh.

Dalam konteks ini, Rahmat mengapresiasi upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, khususnya Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura (Disbuntanhor), yang tengah menyiapkan program Brigade Pangan untuk melibatkan petani milenial dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Ia menilai program tersebut dapat diperluas ke sekolah dan kampus melalui kolaborasi antarsektor. “Kalau ingin anak muda tertarik ke pertanian, maka dunia pertanian harus hadir di lingkungan mereka,” tuturnya. “Kita harus buat pertanian sebagai topik yang menarik, membumi, dan relevan.”

Rahmat juga mendorong agar kegiatan ekstrakurikuler di sekolah memberikan ruang yang lebih besar untuk aktivitas pertanian, terutama dalam konteks kewirausahaan dan inovasi teknologi pangan. Ia berharap pendekatan ini tidak bersifat sporadis, melainkan menjadi bagian dari kebijakan yang berkelanjutan.

Menurutnya, pendampingan, pembiayaan, dan pembukaan akses pasar sangat penting agar generasi muda yang berminat tidak berhenti hanya pada tahap ketertarikan. “Kalau kita ingin kedaulatan pangan, kita tidak bisa hanya bicara soal lahan dan produksi,” pungkasnya. “Kita harus bangun minat dan pengetahuan generasi baru agar siap mengambil peran. Dan itu dimulai dari sekolah dan kampus.”