Polres 50 Kota Antar Pelajar Sekolah, Beri Trauma Healing

oleh -175 Dilihat
tim-tanggap-darurat-polres-50-kota-bantu-pelajar-berangkat-ke-sekolah
Tim Tanggap Darurat Polres 50 Kota Bantu Pelajar Berangkat ke Sekolah

Limapuluh Kota – Polres 50 Kota mengerahkan Tim Tanggap Darurat untuk membantu pelajar yang kesulitan mencapai sekolah akibat kerusakan infrastruktur pascabencana. Inisiatif ini, yang dipimpin oleh Kasat Samapta Polres 50 Kota, AKP Rika Susanto, menggunakan kendaraan dinas Truck Dalmas untuk mengangkut para siswa melewati jalan-jalan yang terganggu.

Selain menyediakan transportasi, personel kepolisian juga memberikan dukungan psikologis melalui himbauan mengenai Trauma Healing. Tujuannya adalah untuk menenangkan para siswa, mengurangi rasa takut, dan memulihkan semangat belajar mereka setelah mengalami bencana. Anggota tim mengajak para pelajar untuk saling mendukung dan tetap beraktivitas seperti biasa. Mereka juga diimbau untuk segera melaporkan kepada guru atau pihak berwajib jika merasakan dampak psikologis yang mengganggu.

Kapolres 50 Kota, AKBP Syaiful Wachid, sebelumnya telah menginstruksikan seluruh personel Tim Tanggap Darurat untuk secara aktif berpatroli dan memantau wilayah terdampak selama masa tanggap darurat yang berlangsung selama 14 hari hingga 8 Desember 2025. Selain pemantauan, anggota tim juga bertugas memberikan bantuan kemanusiaan dan memastikan kebutuhan masyarakat, termasuk para pelajar, terpenuhi.

Kegiatan antar jemput pelajar ini dipandang sebagai manifestasi nyata kehadiran Polri dalam memberikan rasa aman dan mendukung pemulihan kondisi masyarakat pascabencana. Pendekatan humanis dan dedikasi dalam bertugas menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas.

“Ini adalah bukti nyata bahwa Polisi selalu hadir di tengah-tengah masyarakat,” ujar Kapolres. Ia menambahkan, “Mari kita bersama-sama mengerjakan tugas dengan ikhlas. Semoga menjadi ladang amal ibadah bagi kita semua.”

Polres 50 Kota berharap upaya ini dapat membantu masyarakat untuk bangkit dan kembali beraktivitas dengan normal, serta memberikan ketenangan bagi para pelajar agar dapat melanjutkan pendidikan tanpa rasa takut.