PLTP Muara Laboh Unit 2 Diresmikan, Investasi Sumbar Meningkat

oleh -165 Dilihat
hadiri-peresmian-pltp-muara-laboh-unit-2,-mahyeldi:-positif-bagi-iklim-investasi-sumbar
Hadiri Peresmian PLTP Muara Laboh Unit 2, Mahyeldi: Positif Bagi Iklim Investasi Sumbar

Bondowoso – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi memulai pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Muara Laboh Unit-2 di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, Kamis (26/6/2025). Peresmian ini dilakukan secara kolektif bersamaan dengan 54 proyek energi baru terbarukan (EBT) lainnya di PLTP Ijen, Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, yang turut hadir dalam peresmian tersebut, menyatakan komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk menyambut investasi strategis, khususnya dalam pengelolaan sumber daya alam yang ramah lingkungan. “Saya meyakini pembangunan PLTP Muara Laboh Unit-2 akan berdampak positif bagi iklim investasi di Sumbar ke depan,” ujarnya seusai acara. Ia menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi siap memfasilitasi dan memberikan kepastian bagi investor.

Proyek PLTP Muara Laboh Unit-2, menurut Mahyeldi, sejalan dengan Program Unggulan Pemprov Sumbar, yaitu Gerak Cepat Sumbar Sejahtera, terutama dalam hal pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan serta penciptaan iklim investasi yang kondusif dan pro-lingkungan. “Kita ingin pembangunan energi tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat secara nyata, terutama di kawasan sekitar proyek seperti Solok Selatan,” jelasnya.

PLTP Muara Laboh Unit-2 merupakan ekspansi dari Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Liki Pinangawan-Muaralaboh yang memiliki potensi mencapai 220 megawatt. Proyek ini ditargetkan beroperasi secara komersial (COD) pada tahun 2027 dengan nilai investasi sebesar Rp8,2 triliun. Pembangkit ini diproyeksikan mampu menyuplai energi listrik untuk sekitar 900.000 rumah tangga, mengurangi emisi karbon sebesar 938.000 ton CO2 per tahun, serta menyerap sekitar 1.500 tenaga kerja saat tahap konstruksi, dan 300 hingga 400 tenaga kerja di masa operasional.

Lebih lanjut, Mahyeldi mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi akan terus mendorong pengembangan panas bumi di wilayah potensial lainnya di Sumatera Barat. “Wilayah seperti Dharmasraya dan Pasaman juga memiliki potensi panas bumi yang sedang kami kaji untuk pengembangan ke depan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo meresmikan total 55 proyek energi bersih di 15 provinsi. Dari jumlah tersebut, 50 proyek siap beroperasi komersial, terdiri dari 3 PLTP dengan total kapasitas 91,9 MW dan 47 PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) dengan kapasitas 27,8 MW. Selain PLTP Muara Laboh Unit-2 (80 MW) di Sumatera Barat, terdapat empat proyek lain yang baru memasuki tahap awal pembangunan, yaitu PLTP Ulu Belu (55 MW) di Lampung, PLTP Sorik Merapi Unit-5 (41,25 MW) di Sumatera Utara, PLTP Salah Binary (16,15 MW), PLTP Salak Unit-7 (40 MW) di Jawa Barat, PLTP Wayang Windu Unit-3 (30 MW) di Jawa Barat, PLTP Ijen Unit-1 (34,5 MW) di Jawa Timur, dan PLTP Patuha Unit-2 (55 MW) di Jawa Barat.

Acara peresmian ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia; Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa; Bupati Bondowoso beserta jajaran; Direktur Utama PT PLN (Persero); serta pimpinan perusahaan pengembang panas bumi, di antaranya PT. Supreme Energy Muara Laboh, PT. Medco Cahaya Geothermal, dan PT. Pertamina Geothermal Energy.