Pemkab Tanah Datar Percepat Pembukaan Akses, Normalisasi Sungai

oleh -150 Dilihat
pemkab-tanah-datar-fokuskan-pembukaan-akses-dan-normalisasi-sungai
Pemkab Tanah Datar Fokuskan Pembukaan Akses dan Normalisasi Sungai

Sumpur – Pemerintah Kabupaten Tanah Datar berupaya memulihkan akses jalan utama di Nagari Sumpur, Kecamatan Batipuh Selatan, yang terputus akibat terjangan banjir bandang. Prioritas utama saat ini adalah pengalihan arus sungai dan penimbunan jalur yang rusak.

Menurut keterangan Eka Putra, fokus utama adalah mempercepat pembukaan akses jalan yang merupakan jalur provinsi. “Ini penting agar akses cepat terbuka sehingga bantuan bisa lebih mudah disalurkan, serta alat berat bisa masuk ke titik-titik terdampak untuk pemulihan banjir bandang,” ujarnya di Nagari Sumpur, Kamis (4/12/2025).

Jalan provinsi di Nagari Sumpur, yang menghubungkan Kabupaten Tanah Datar dengan Kabupaten Solok, mengalami kerusakan signifikan. Kondisi ini berdampak besar pada mobilitas warga, distribusi logistik, dan akses layanan penting lainnya.

Pemerintah Kabupaten Tanah Datar menyatakan kebutuhan mendesak akan tambahan alat berat untuk mempercepat perbaikan jalan, pembersihan material, dan normalisasi sungai. Data dari Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Dinas PUPR Tanah Datar mencatat 14 titik sungai mengalami kerusakan dan memerlukan normalisasi dengan pemasangan tanggul batu beronjong.

Selain itu, pembersihan material di rumah-rumah warga terus dilakukan. “Untuk sisa material di rumah warga, saat ini telah dikerjakan secara manual oleh anggota TNI, relawan, dan masyarakat,” kata Eka Putra.

Fernando, Wali Nagari Sumpur, menyampaikan permohonan dukungan dari Pemerintah Provinsi maupun pusat, khususnya untuk pemulihan akses jalan provinsi dan normalisasi sungai di kawasan Batang Sumpur. “Di sekitar Batang Sumpur ini banyak sekali lahan pertanian dan permukiman warga. Kami sangat berharap akses segera pulih karena aktivitas masyarakat bergantung pada jalur ini,” ungkapnya.

Berdasarkan data sementara, dilaporkan 12 rumah hanyut, 13 rumah rusak berat, dan 23 rumah berada di zona merah dengan risiko tinggi.